PSI: MA Tidak Berikan Keadilan Kepada Rakyat

Penulis: Akmal Fauzi Pada: Jumat, 14 Sep 2018, 20:32 WIB Politik dan Hukum
PSI: MA Tidak Berikan Keadilan Kepada Rakyat

MI/ROMMY PUJIANTO

MAHKAMAH Agung (MA) memutuskan narapidana kasus korupsi boleh mendaftar sebagai calon anggota legislatif. Ketentuan itu menggugurkan Peraturan KPU Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota.

Menanggapi hal itu, Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni mengaku kecewa dengan keputusan MA. PSI merupakan salah satu partai yang tidak ada bakal caleg mantan koruptor yang diusung di Pemilu 2019.

“Saya menerima keputusan hukum ini dengan kecewa, gerah dan jengkel. Bagaimana rumah keadilan memberikan keputusan yang terasa tidak adil bagi rakyat,” ujarnya, Jum’at (14/9)

Pun demikian ia menghormati putusan tersebut. Ia meminta masyarakat cerdas memilih parpol dan caleg di Pemilu 2019

“Tapi karena ini sudah menjadi keputusan dan akan dilaksanakan, rakyat harus cerdas memilih dan memilah parpol dan caleg yang anti-korupsi, parpol yang tidak menempatkan satu orangpun caleg mantan napi koruptor,” jelasnya

MA mengabulkan permohonan pihak pemohon terkait uji materi PKPU tersebut pada Kamis (13/9). Hakim MA yang menyidangkan kasus itu menilai PKPU 20/2018 bertentangan dengan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, khususnya Pasal 240 ayat (1) huruf g. PKPU tersebut juga bertentangan dengan Putusan MK Nomor 71/PUU-XIV/2016, yang intinya mempersilakan narapidana maju sebagai wakil rakyat. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More