Kiprah Cheng Ho dalam Gelombang Ketiga

Penulis: (*/M-4) Pada: Sabtu, 15 Sep 2018, 04:20 WIB Humaniora
Kiprah Cheng Ho dalam Gelombang Ketiga

Dok MI

PENYEBARAN agama Islam di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia terjadi dalam tiga gelombang. Dua gelombang pengaruh Islam datang melalui jalur perdagangan dari Gujarat (India) dan Timur Tengah.

Sementara itu, gelombang ketiga penyebaran Islam dibawa masyarakat Tiongkok. Salah satu tokoh Tiongkok yang berperan menyebarkan agama dan budaya Islam di Nusantara ialah Laksamana Cheng Ho, pemimpin armada laut Dinasti Ming (1368-1644).

Buku setebal 405 halaman yang ditulis Tan Ta Sen, Presiden Internasional Zheng He Society dan juga Direktur Cheng Ho Cultural Museum, Malaka, ini mengupas sejauh mana kiprah Cheng Ho di Indonesia. Tulisannya didasarkan riset historis, himpunan berbagai informasi dan riset arsitektur bangunan bersejarah.

Berdasarkan data sejarah, armada-armada Cheng Ho berlayar tujuh kali ke Samudra Barat dan mengunjungi 33 negara di Asia dan Afrika. Di Indonesia, jejak Cheng Ho terekam, antara lain di Malaka, Jawa, Palembang, Samudra Pasai (Aceh), dan Aru. Tujuh ekspedisi besar Cheng Ho tersebut terjadi selama 27 tujuh tahun, mulai 1405 sampai 1433.

Dalam buku itu penulis mengungkapkan bagaimana kontak budaya yang bersifat damai tidak saja mendorong terjadinya penularan, perpindahan, dan peralihan agama dengan melibatkan umat Islam dari dataran Tiongkok, Yunnan, Champa, Jawa, Melayu, Arab, dan India, tetapi juga memungkinkan banyak orang Tiongkok di Tanah Melayu yang tetap memelihara ciri-ciri budaya nonmuslim mereka.

Buku ini menguatkan dukungan penulis terhadap teori gelombang ketiga atau biasa disebut dengan 'Gelombang China'. Penulis juga banyak menggunakan sumber kronik Tiongkok dari Semarang dan Cirebon yang cukup kontroversial.

Buku ini bisa dikatakan menjadi karya tulis pertama tentang sejarah penyebaran Islam di kawasan Asia Tenggara dan Nusantara yang didasarkan pada naskah-naskah kuno dan sumber-sumber sejarah penting lainnya yang berada di dataran Tiongkok.

Berita Terkini

Read More

Poling

POLISI tidak langsung menangkap creator dan buzzer berita bohong atau hoaks mengenai 7 kontainer surat suara tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Alasannya, aparat masih melakukan pendalaman dari sisi aspek alat bukti untuk penyelidikan kasus tersebut dan masih menunggu hasil laboratorium forensik terkait identifikasi suara. Setujukah Anda dengan sikap Polri tersebut?





Berita Populer

Read More