Ekspor TPT Ditargetkan US$13,5 Miliar

Penulis: Andhika Prasetyo Pada: Jumat, 14 Sep 2018, 20:21 WIB Ekonomi
Ekspor TPT Ditargetkan US$13,5 Miliar

ANTARA

EKSPOR tekstil dan produk tekstil (TPT) pada tahun ini diprediksi mencapai US$13,5 miliar atau tumbuh 8% dari pencapaian tahun lalu senilai US$12,78 miliar.

Pertumbuhan tersebut merupakan yang terbesar sepanjang sejarah industri tekstil Tanah Air. Pada tahun lalu, pertumbuhan ekspor hanya mencapai 5%.

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat mengungkapkan beberapa faktor yang mendukung optimisme pengusaha tersebut seperti ialah iklim usaha yang telah membaik dan sejumlah infrastruktur pendukung industri yang telah dibangun oleh pemerintah.

"Di luar itu, upaya kerja sama atau kesepakatan dagang dengan negara-negara lain juga menjadi pendongkrak utama pertumbuhan ekspor dari sektor TPT," ujar Ade di Hotel Four Points Bandung, Jawa Barat, Jumat (14/9).

Pada tahun ini, ekspor TPT tahun ini akan lebih diarahkan ke Tiongkok. Negeri Tirai Bambu menjadi pasar yang sangat potensial karena memiliki jumlah penduduk yang luar biasa besar yakni 1,3 miliar jiwa. Selama ini ekspor TPT ke Tiongkok secara maksimal baru berkisar US$700 juta dan ditargetkan dapat mencapai US$1 miliar pada tahun ini.

Indonesia juga masih mengejar volume ekspor yang lebih luas di AS. Selama ini, produk tekstil Nusantara baru memiliki pangsa pasar sebesar 5% di Negeri Paman Sam.

Hal itu bukan sesuatu yang mustahil mengingat kondisi AS dan Tiongkok yang saat ini tengah didera pertikaian.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyebutkan, Tiongkok merupakan pemasok tekstil terbesar ke AS dengan pangsa pasar 37,19%. Dengan memburuknya hubungan kedua negara, pasokan tekstil dari Tiongkok ke AS tentunya akan tertutup dan membuka peluang bagi negara lain untuk mulai masuk lebih besar.

"Memang tidak ada yang diuntungkan dari perang dagang. Tetapi, dari setiap situasi sulit, kita harus mampu melihat dari sisi lain, pasti ada peluang di sana," ucapnya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More