Blended Learning Universitas Trilogi

Penulis: (Bay/H-1) Pada: Sabtu, 15 Sep 2018, 03:00 WIB Humaniora
Blended Learning Universitas Trilogi

Ist

GUNA merespons kemajuan Revolusi Industri 4.0, Universitas Trilogi Jakarta menerapkan konsep blended learning, yakni metode belajar yang memadukan pertemuan tatap muka dengan pembelajaran secara daring memanfaatkan teknologi digital.

Sebelumnya, Menteri Riset, Teknologi, dan ­Pendidikan Tinggi (Menristek-Dikti) Mohammad Nasir menginstruksikan seluruh perguruan tinggi untuk mengembangkan literasi teknologi dalam penyelenggaraan pendidikan hingga di lingkungan masyarakat.

Rektor Universitas Trilogi Aam Bastaman mengatakan imbauan Menristek-Dikti sangat tepat karena penerapan literasi teknologi merupakan kebutuhan di era Revolusi Industri 4.0.

“Konsep blended learning sebenarnya telah ­diterapkan Universitas Trilogi beberapa tahun ini. ­Namun, untuk penerapannya dilakukan secara bertahap,” katanya seusai upacara pelantikan mahasiswa baru di Universitas Trilogi, Kalibata, Jakarta,  Jumat (14/9). 

Menurutnya, penerapan blended learning juga bertujuan agar lulusan Universitas Trilogi responsif dengan perubahan. Dengan demikian,  setelah lulus dari kampus, mahasiswa siap menjadi penggerak bangsa.

“Kita memang harus antisipasi merespons perubahan sehingga dapat mendekatkan diri dengan kebutuhan masyarakat milenial,” kata Aam.

Ia mencontohkan, dalam penerapan blended ­learning, satu semester terdapat 14 pertemuan, tetapi 7 di antaranya berbasis daring. (Bay/H-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More