Sistem Rujukan Daring BPJS Resmi Berlaku Oktober

Penulis: Dhika Kusuma Winata Pada: Jumat, 14 Sep 2018, 20:16 WIB Humaniora
Sistem Rujukan Daring BPJS Resmi Berlaku Oktober

MI/Dhika Kusuma Winata

BADAN Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mulai merampungkan tahapan ujicoba penerapan sistem rujukan daring. Penerapan ujicoba fase ketiga bakal berlangsung selama 16 hingga 30 September. Pemberlakuan resmi bakal efektif per 1 Oktober mendatang.

Deputi Direksi Bidang Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Arief Syaifuddin dalam temu media di Jakarta, Jumat (14/9), mengatakan penyempurnaan sistem terus dilakukan. Rumah sakit atau fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut (FKRTL) dalam fase ketiga ujicoba ini diminta melengkapi data pada aplikasi Health Facilities Information System (HFIS).

"Uji coba fase ketiga sistem ini semakin matang, baik fasilitas kesehatan, peserta maupun BPJS Kesehatan makin siap sebelum implementasi pada 1 Oktober mendatang," kata Arief.

Data yang dilengkapi meliputi ketersediaan dokter spesialis/subspesialis beserta jadwal praktek dan sarana prasarana penunjang. Dengan begitu, kapasitas rumah sakit dalam menampung pasien bisa diketahui. Ditargetkan tidak lagi terjadi penumpukan pasien pada rumah sakit.

Dia menambahkan penyempurnaan sistem rujukan daring juga dilakukan untuk rujukan kasus khusus. Seperti pada pasien yang membutuhkan perlakuan khusus misalnya kanker, hemodialisa, thallasemia, hemofilia, transplantasi hati atau ginjal, tuberculosis, gangguan jiwa, dan kusta.

"Pasien bisa langsung dirujuk ke FKTRL atau rumah sakit tipe A yang menyediakan layanan khusus tersebut."

Hingga kini tercatat 19.985 (88,8%) dari 22.518 fasilitas kesehatan (faskes) tingkat I seperti puskesmas, klinik, dan dokter praktek perorangan telah menerapkan sistem daring. Jumlahnya diperkirakan akan terus bertambah. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More