MA Bolehkan Koruptor Nyaleg

Penulis: Golda Eksa Pada: Jumat, 14 Sep 2018, 20:06 WIB Politik dan Hukum
MA Bolehkan Koruptor Nyaleg

MI/Susanto

MAHKAMAH Agung memutuskan narapidana kasus korupsi boleh mendaftar sebagai calon anggota legislatif. Ketentuan itu menggugurkan Peraturan KPU Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota.

Demikian dikatakan juru bicara MA Suhadi ketika dihubungi, Jumat (14/9). Menurutnya, MA mengabulkan permohonan pihak pemohon terkait uji materi PKPU tersebut pada Kamis (13/9).

"Jadi narapidana itu (kasus korupsi) boleh mendaftar sebagai calon asal sesuai ketentuan undang-undang itu dan putusan MK, kan. (Pertimbangan) karena bertentangan dengan undang-undang yang lebih tinggi," ujarnya.

Ia mengemukakan, PKPU 20/2018 bertentangan dengan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, khususnya Pasal 240 ayat (1) huruf g. PKPU tersebut juga bertentangan dengan Putusan MK Nomor 71/PUU-XIV/2016, yang intinya mempersilakan narapidana maju sebagai wakil rakyat.

"Itu bertentangan dengan undang-undang pemilu. UU Pemilu membolehkan dengan persyaratan-persyaratan tertentu. Tapi kalau PKPU kan menutup sama sekali. bertentangan atau tidak? Iya, kalau menurut MA bertentangan," tandasnya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More