Pengusaha Diminta Ikut Memperkuat Perekonomian

Penulis: (Nur/Ant/E-2) Pada: Jumat, 14 Sep 2018, 23:30 WIB Ekonomi
 Pengusaha Diminta Ikut Memperkuat Perekonomian

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

MENTERI Keuangan Sri Mulyani mengajak para pelaku usaha memperkuat ekonomi Indonesia dengan mendukung kepentingan pemerintah untuk mewujudkan neraca pembayaran menjadi lebih sehat.

“Kalau ada komunikasi yang erat antara pemerintah dan pengusaha, saya yakin Indonesia bisa mengatasi situasi yang sekarang berubah begitu cepat,” kata Sri Mulyani dalam seminar nasional yang diselenggarakan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Kamar Dagang dan Industri Nasional (Kadin) Indonesia di Jakarta,  Jumat (14/9). 

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut menjelaskan bahwa pemerintah dalam situasi tekanan eksternal saat ini berusaha untuk menumbuhkan ekspor lebih cepat ketimbang impor.

“Kami ingin mengundang pengusaha untuk turut memperkuat ekonomi Indonesia dengan meningkatkan ekspor, menyubstitusi impor dan memperbaiki iklim usaha supaya capital inflow tetap bisa terjaga,” ujar Sri Mulyani.

Selain itu, Menkeu juga menjelaskan bahwa Indonesia masih dikenal memiliki fondasi ekonomi yang positif oleh negara lain. Menurut dia, dunia internasional yakin dengan narasi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat, inflasi yang dijaga rendah, defisit APBN kecil, serta adanya komitmen melakukan reformasi.

“Oleh karena itu, supaya tidak bertepuk sebelah tangan, saya juga meminta para pengusaha menyampaikan optimisme yang lebih baik,” kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani mengatakan gejolak ekonomi dunia memang telah menciptakan suasana kurang nyaman dalam berusaha. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya pelemahan rupiah, tren proteksi negara yang menjadi tujuan ekspor, dan peningkatan biaya dalam negeri.

Terkait dengan pelemahan nilai tukar, Hariyadi ­mengajak para pelaku usaha untuk berkomitmen turut menjaga rupiah.

“Ini juga butuh dukungan pemerintah untuk menciptakan suasana kondusif dan kebijakan yang meningkatkan efisiensi ekonomi,” tukasnya. (Nur/Ant/E-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More