Rekor Buruk Klopp di Wembley Hantui the Kop

Penulis: Satria Sakti Utama Pada: Jumat, 14 Sep 2018, 23:10 WIB Sepak Bola
Rekor Buruk Klopp di Wembley Hantui the Kop

Oli SCARFF / AFP

KOMPETISI Liga Primer Inggris baru memasuki pekan kelima. Itu artinya masih terlalu dini untuk memprediksi tim yang akan tampil sebagai kampiun di musim ini.

Meski begitu, sejak kompetisi baru dimulai, Liverpool sudah menjadi salah satu kandidat juara. Prediksi itu pun semakin menguat dengan fakta bahwa the Reds kini memuncaki klasemen sementara. Bukan itu saja, the Kop--julukan lain Liverpool--juga menjadi tim yang memiliki defensivitas paling mentereng dengan baru satu kali kebobolan dari empat laga.

Akan tetapi, Liverpool tak pantas jemawa karena lawan yang mereka hadapi baru tim-tim medioker,.

Tantangan sesungguhnya bagi tim asuhan Jurgen Klopp akan dirasakan malam ini saat berkunjung ke Stadion Wembley di London yang merupakan markas sementara Tottenham Hotspur. Spurs merupakan salah satu tim yang memiliki rekor bagus di kandang sendiri.
Tim asuhan Mauricio Pochettino  itu baru menelan satu kekalahan dalam 19 laga kandang. Satu-satunya kekalahan diderita dari Manchester City pada April lalu.

Di samping itu, Klopp punya rekor buruk saban kali tampil di Wembley. Musim lalu mereka digasak Spurs 1-4. Kemudian pada Februari 2016 silam, Liverpool juga kalah adu penalti dari City di final Piala Liga. Sebelumnya saat masih menukangi Borussia Dortmund, Klopp juga kalah 1-2 dari Bayer Muenchen di final Liga Champions. Hasil itu sudah cukup menegaskan bahwa Wembley masih menjadi momok bagi Klopp.

Namun, kemenangan atas Spurs dapat menjadi modal berharga bagi Liverpool untuk menghadapai raksasa Prancis, Paris Saint-Germain, di Liga Champions tengah pekan depan serta back to back melawan Chelsea di  Piala Liga dan Liga Primer Inggris akhir bulan ini.
“Saya mencari kemenangan melawan Tottenham, khususnya sekarang ini karena di beberapa pekan ke depan banyak pertandingan yang sulit, pertandingan yang bagus,” ungkap pemain sayap Liverpool Xherdan Shaqiri.

Manajer Liverpool Jurgen Klopp mungkin akan mempelajari permainan Watford yang mampu mengalahkan Tottenham pekan lalu. Memaksimalkan bola mati akan menjadi senjata utama. Namun, potensi permainan menyerang dengan trisula striker Mohamed Salah, Roberto Firmino, dan Sadio Mane juga tak akan ditinggalkan.

Sebaliknya Problem terbesar Tottenham saat ini ialah menurunnya ketajaman Harry Kane, sang algojo utama. Kane tampil kurang meyakinkan dalam tiga laga terakhir, termasuk saat membela tim nasional Inggris. Pekerjaan Kane akan bertambah sulit karena Dele Alli akan absen karena cedera.

Lanjutkan kejutan
Kontras dengan Liverpool yang memang difavoritkan, Watford justru membuat kejutan dengan menjadi satu dari tiga tim yang selalu menang. Hasil tersebut membuat tim besutan Javi Gracia itu menjadi perbincangan.
Apalagi mereka sukses membekuk Tottenham Hotspur 2-1.

Tidak berlebihan jika Watford ingin terus menebar kejutan, termasuk kala menjamu Manchester United di Vicarage Road pada Minggu (16/9) dini hari. Gracia berharap anak asuhnya memanfaatkan dukungan penuh suporter yang memadati stadion untuk mengirim United pulang dengan tangan hampa.

“Bermain di Vicarage Road membuat kami merasa kuat dan kami merasa mampu untuk mengalahkan siapa pun. Kami sangat nyaman bermain di sini. Pertandingan ini penting dan dukungan suporter akan membantu kami,” kata Gracia. (AFP/Goal/R-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More