Presiden Tegaskan Perempuan Indonesia adalah Ibu Bangsa, bukan Emak-Emak

Penulis: Agus Utantoro Pada: Jumat, 14 Sep 2018, 19:05 WIB Politik dan Hukum
Presiden Tegaskan Perempuan Indonesia adalah Ibu Bangsa, bukan Emak-Emak

ANTARA

PRESIDEN Jokowi mengajak perempuan Indonesia menjadi Ibu Bangsa. Menjadi perempuan yang kuat, tegar dan ulet.

"Karena masa depan bangsa ada di pundak Ibu Bangsa," kata Presiden saat membuka Sidang Umum Ke 35 International Council Of Women dan Temu Nasional Seribu Organisasi Indonesia di Inna Garuda, Jalan Malioboro, Yogyakarta, Jumat (14/9).

Sidang Umum ke 35 International Council of Women (ICW) dan Temu Nasional Seribu Organisasi Indonesia tersebut, dihadiri 150 orang delegasi dari 18 negara anggota International Caouncil of Women (ICW) yang merupakan organisasi perempuan dibawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Sebagai Ibu Banga, lanjut Presiden  memiliki tanggung jawab yang besar. Masa depan bangsa ini, ulang Presiden terletak pada Ibu Bangsa.

Menurut Presiden, tugas Ibu Bangsa tidaklah gampang karena harus bisa menjadikan anak-anak sebagai generasi yang tangguh demi kelangsungan dan kemajuan bangsa.

Untuk itu, Presiden mengaku kurang sreg kalau dibilang kaum emak-emak. "Jangan jadi kaum emak-emak, tapi jadilah Ibu Bangsa," pinta Jokowi yang kembali disambut dengan tepuk tangan tamu undangan.

Kebesaran kaum perempuan Indonesia sudah dibuktikan melalui berbagai prestasi, misalnya dari 31 medali emas yang diperoleh dalam Asian Games, 12 di antaranya diraih oleh atlet perempuan. Bahkan, penyulut api Asian Games juga dilakukan oleh mantan atlet bulutangkis Susi Susanti.

Jadi, lanjut Presiden, kesuksesan Asian Games 2018 lalu juga kaum perempuan turut andil banyak. Mereka adalah pahlawan-pahlawan tangguh yang selalu memperjuangkan kebesaran bangsa. "Itulah Ibu Bangsa, dan saya ingin kaum perempuan bisa menjadi Ibu Bangsa yang nantinya bisa membawa kebesaran bangsa dan negara," katanya lagi. (A-1)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More