Penundaan Proyek Strategis Tergantung Kebutuhan

Penulis: Fetry Wuryasti Pada: Jumat, 14 Sep 2018, 17:25 WIB Ekonomi
Penundaan Proyek Strategis Tergantung Kebutuhan

ANTARA

BEBERAPA proyek strategis nasional dengan konten impor tinggi dan telah direncanakan pemerintah akan mengalami penundaan . Langkah ini demi menghemat devisa dan memperkuat nilai tukar rupiah.

Namun Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution bilang penundaan pengerjaannya tidak akan dilakukan secara serentak dan seragam periode waktunya.

"Kami masih konsolidasi karena harus hitung penundaannya berapa lama. Setiap proyek itu tidak  bisa ramai-ramai ditunda 5 tahun. Nanti tahun ketiga kurang gimana. Misalnya listrik ramai-ramai digeser 5 tahun, kemudian tahun ketiga kurang dari sekarang terus diapakan. Jadi, satu per satu dilihat bahwa kita tahun depan berapa kebutuhannya," ujar Darmin di kantornya, Jakarta ,Jumat, (14/9).

Penundaan proyekpun pun tidak hanya pada sektor ketenagalistrikan. Proyek lain yang tidak mendesak akan ditunda pembangunannya.

"Bisa juga yang lain. Tentu tergantung, syaratnya masih persiapan. Kriterianya, belum financial closing masih persiapan. Paling lama berapa tahun? Kalau perlu sampai 5-6 tahun ya 5-6 tahun. Artinya tergantung kebutuhan,"  tukas Darmin. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More