Rupiah Menguat Seiring Perbaikan Hubungan Dagang As-China

Penulis: Fetry Wuryasti Pada: Jumat, 14 Sep 2018, 16:59 WIB Ekonomi
Rupiah Menguat Seiring Perbaikan Hubungan Dagang As-China

ANTARA

KELEGAAN terasa di berbagai pasar finansial karena berita terkini bahwa Amerika Serikat mengajukan negosiasi dagang baru dengan China.

Berita ini berdekatan dengan sorotan bahwa Amerika Serikat dan Kanada semakin mendekati kesepakatan dagang, yang membuat Dolar melemah terhadap mata uang lainnya.

Ketegangan dagang sejak lama terlihat sebagai faktor pendorong apresiasi Dolar, dan indikasi bahwa pemerintahan Trump sudah tidak terlalu agresif memicu ketegangan dagang dianggap negatif untuk Dolar.

Research Analyst FXTM Lukman Otunuga mengatakan Yuan China menguat karena berita bahwa Washington berkomunikasi dengan Beijing untuk melanjutkan negosiasi dagang, dan berbagai mata uang pasar berkembang Asia juga menguat karena peningkatan selera risiko.

“Ini bukan pertama kalinya kita melihat optimisme karena negosiasi Washington dan Beijing, yang kemudian justru meningkatkan ketegangan dagang. Namun investor sepertinya ingin tetap optimis bahwa kesepakatan mengenai masalah yang telah berlarut-larut ini dapat segera tercapai,” ujarnya melalui rilis yang diterima, Jumat (14/9).

Wacana ini secara umum adalah langkah positif karena kedua belah pihak bersedia untuk mengurangi ketegangan antara dua ekonomi terbesar dunia.

Di Indonesia, rupiah sedikit menguat karena optimisme terhadap membaiknya hubungan AS China dan Dolar yang melemah. Walaupun rupiah dapat semakin menguat di jangka pendek, namun peningkatannya tetap terancam oleh berbagai faktor eksternal.

Rupiah ditutup pada level 14.806,5 pada perdagangan Jumat (14/9) menguat 33,5 poin (+0,23%) dari penutupan sebelumnya 14.840 per dolar AS.

Federal Reserve diperkirakan akan meningkatkan suku bunga bulan ini dan gejolak di pasar berkembang membebani sentimen pasar, sehingga rupiah tetap rentan melemah.

Bank Indonesia sudah meningkatkan suku bunga empat kali sejak pertengahan Mei sebagai upaya untuk mencegah rupiah semakin melemah.

“Ada kemungkinan bahwa BI akan bertindak lagi tahun ini, terutama mengingat bahwa AS masih mungkin meningkatkan suku bunga dua kali lagi. Walaupun kenaikan suku bunga BI dapat membantu rupiah, namun tindakan ini dapat berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi,” tukas Otunuga. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More