Pemuda Muhammadiyah Nilai Langkah Sandiaga Normatif Saja

Penulis: Thomas Harming Suwarta Pada: Jumat, 14 Sep 2018, 16:30 WIB Ekonomi
Pemuda Muhammadiyah Nilai Langkah Sandiaga Normatif Saja

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Pengurus Pusat Muhammadiyah menantang calon Wakil Presiden RI Sandiaga Uno tidak cuma melontarkan retorika normatif seperti dilakukan banyak politisi. Sandiaga diharapkan lebih berani untuk mengambil langkah-langkah revolusioner, termasuk dalam bidang ekonomi seperti yang banyak diungkap Sandiaga selama ini.

"Kami justru mengharapkan agar Pak Sandi itu jangan hanya normatif-normatif saja. Katakan, menyerukan lawan impor. Itu sudah biasa. Tapi berani enggak memastikan untuk membersihkan bandit-bandit di balik impor itu," kata Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak saat menerima kunjungan Sandiaga ke Kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (14/9).

Dahnil juga memberikan masukan agar Sandi tidak terus-menerus menyoroti soal-soal teknis ekonomi tetapi lebih besar dari itu, khususnya menyangkut kepemimpinan ekonomi yang minus integritas.

"Karena soal kita yang lebih besar saat ini adalah kepemimpinan di bidang ekonomi yang tidak punya integritas itu. Banyak aktor-aktor di belakang masalah ekonomi saat ini yang menurut saya harus dibereskan. Nah apakah Pak Sandi berani membereskan itu?" ungkap Dahnil.

Dalam kunjungan ini, Sandi menyempatkan diri salat Jumat di Masjid At-Tanwir di lingkungan PP Muhammadiyah. Sandiaga kemudian makan siang sekaligus melayani warga di warung duafa yang rutin digelar PP Muhammadiyah setiap Jumat. (A-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More