Prihatin ke Golkar, Novanto: Eni Punya Bukti Aliran Dana ke Partai

Penulis: M. Taufan SP Bustan Pada: Jumat, 14 Sep 2018, 15:57 WIB Politik dan Hukum
Prihatin ke Golkar, Novanto: Eni Punya Bukti Aliran Dana ke Partai

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

TERPIDANA korupsi mega proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-E) Setya Novanto mengakui, pernah bertanya kepada Eni Maulani Saragih terkait uang yang mengalir ke Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golongan Karya (Golkar).

Menurutnya, saat ia menemui mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR itu di Rumah Tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Eni menegaskan, kalau ada bukti pemberian uang tersebut ke Munaslub Golkar.

“Saya hanya bertanya apakah betul ada dana mengalir ke Golkar. Bu Eni bilang ada dan ada buktinya,” terang Novanto kepada sejumlah jurnalis saat ditemui di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Jumat (14/9).

Mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar itu pun menyebutkan, sangat prihatin kepada Golkar setelah mendengar langsung pengakuan mantan anak buahnya tersebut. “Bagaimana pun itu saya prihatinlah kepada Golkar,” ungkap Novanto.

Mantan Ketua DPR RI itu menambahkan, tidak ada maksud lain ia menemui Eni kecuali hanya ingin mengetahui tudingan Eni tersebut saat diperiksa penyidik KPK.

“Hanya bertanya itu saja, saya juga tidak ada sama sekali menekan Bu Eni,” tandas Novanto.

Pada pemeriksaan sebelumnya di KPK, Eni mengaku, pernah didatangi Novanto di Rutan KPK.

Dalam pertemuan itu, Novanto menyampaikan sejumlah hal kepadanya.

Kendati tidak menyebut semua, Eni menuturkan, bahwa Novanto sempat menanyai soal aliran dana ke Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar.

Selain itu, pada pemeriksaan awal di KPK Eni juga mengaku, mengenal pengusaha Johannes B Kotjo hingga Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir, melalui Novanto.

Bahkan, Eni pernah mendapat perintah Novanto agar mengawal proyek pembangunan PLTU Riau-1 tersebut.

Dalam kasus ini, penyidik KPK telah beberapa kali memeriksa Novanto sebagai saksi sekaitan dengan jabatannya saat itu sebagai Ketua DPR RI.

Usai diperiksa beberapa waktu lalu, Novanto mengaku tak tahu soal proyek tersebut.

Sebagaimana diketahui, dalam kasus ini KPK baru menetapkan tiga orang tersangka, yakni Eni Maulani Saragih, pemilik Blackgold Natural Insurance Limited Johanes Budisutrino Kotjo, dan mantan Sekjen Golkar Idrus Marham.

Idrus diduga secara bersama-sama dengan Eni menerima hadiah atau janji dari Johanes terkait kasus ini.

Idrus disebut berperan sebagai pihak yang membantu meloloskan Blackgold untuk menggarap proyek PLTU Riau-1.

Mantan Menteri Sosial itu dijanjikan uang USD 1,5 juta oleh Johanes jika Johanes berhasil menggarap proyek senilai USD 900 juta tersebut.

Eni sendiri sudah ?mengakui sebagian uang yang diterimanya sebesar Rp2 miliar dari Kotjo digunakan untuk keperluan Munaslub Golkar.

Namun, Eni tidak menyebut secara pasti jumlah uang suap yang masuk ke kegiatan partainya.

Eni juga mengaku hanya menjalankan tugas partai untuk mengawal proyek PLTU Riau-1 seperti apa yang telah diinstruksikan Novanto. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More