Mendes Ajak Pelaku Usaha Kenalkan Budi Daya Ikan Patin di Bengkulu Utara

Penulis: Micom Pada: Jumat, 14 Sep 2018, 15:06 WIB Ekonomi
Mendes Ajak Pelaku Usaha Kenalkan Budi Daya Ikan Patin di Bengkulu Utara

Dok. Mendes PDTT

MENTERI Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo melakukan kunjungan kerja ke Bengkulu Utara pada Kamis (13/9). Dalam kunjungannya, Mendes PDTT turut mengajak dunia usaha untuk menjajaki potensi yang ada di Bengkulu Utara.

"Saya datang selain bersama rombongan dari kementerian terkait juga mengajak dunia usaha untuk melihat langsung potensi yang bisa dijajaki di Bengkulu Utara," kata Mendes PDTT usai membuka pelatihan kewirausahaan dan budi daya perikanan di Balai Pengkajian dan Penerapan Teknis Produksi Kemendes PDTT di Bengkulu.

Salah satu pelaku usaha yang ditawarkan Eko Putro Sandjojo kepada Kabupaten Bengkulu Utara adalah produk makanan olahan dari Fiesta. Menurutnya, Fiesta sudah melakukan pembinaan di Kalimantan Selatan, Kediri, Jombang, Tulung Agung, dan Lampung untuk produksi ikan patin.

Berdasarkan laporan dari Fiesta, dalam satu hektare bisa menghasilkan produksi ikan patin sebanyak 150 ton selama delapan bulan dengan nilai pendapatan antara Rp3-5 ribu per kilogram.

"Jadi, Fiesta akan mengadakan suatu kegiatan bersama dengan masyarakat yakni budi daya ikan patin. Insya allah, kalau produksinya besar, Fiesta akan membangun pabrik pengolahan produksinya di Bengkulu Utara juga," imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Bengkulu Utara Mian mengatakan pemerintah kabupaten akan mendukung budi daya ikan patin di Bengkulu Utara. Apalagi, ikan patin memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

"Untuk lahan sudah pasti ada. Nanti kita akan coba pengembangan budi daya ikan patin yang sudah tumbuh dan berkembang dan memiliki nilai jual tinggi dan sangat menguntungkan bagi petani. Apalagi, sudah ada pasarnya. Yang jelas, kita harus kembangkan ikan patin di Bengkulu Utara," tuturnya.(RO/OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More