Bulog Ngotot Tidak Perlu Impor Beras

Penulis: Fetry Wuryasti Pada: Jumat, 14 Sep 2018, 12:39 WIB Ekonomi
Bulog Ngotot Tidak Perlu Impor Beras

ANTARA

PEMERINTAH melalui Kementerian Perdagangan kembali mengeluarkan izin impor beras bagi Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) sebesar satu juta ton. Izin impor ini merupakan yang ketiga, setelah sebelumnya pemerintah secara berturut-turut mengeluarkan dua kali izin imp[or beras sebesar 500 ribu. Sehingga total, mendapat izin impor beras sebanyak dua juta ton.

Namun, Kepala Bulog Budi Waseso bersikeras impor tidak diperlukan. Dia menekankan beras impor sampai saat ini belum keluar (ke pasar).

"Mana satu juta, belum ada. Belum terealisasi," ujar Budi Waseso saat sidak di pasar induk beras Cipinang, Jakarta, Jumat (14/9).

Lucunya, Menteri Pertanian kemudian mengajak damai terkait keterangan impor beras tersebut.

"Kita damai sajalah. Tidak perlu ribut-ribut. Jangan melulu tanya impor tanyalah ekspor," pinta Amran.

Melihat kondisi di lapangan serta produksi di lapangan, Budi memperhitungkan tidak perlu melakukan impor beras hingga akhir tahun ini.

"Perhitungan saya sampai akhir tahun tidak perlu impor. Insya Allah justru kalau pemikiran saya, jangan-jangan tahun depan kita ekspor. Pasokan sampai akhir tahun perhitungan saya tiga juta ton. Ini yang membuat saya pening, karena harus menyiapkan gudang tambahan. Kalau ini tidak terserap per harinya, seharusnya 15 ribu ton per hari se Indonesia. Namun serapan pasar di Indonesia masih 2000-3000 ton per hari," tukas Budi Waseso.(OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More