Menteri Yohana: Perempuan Berpotensi Dukung Pembangunan

Penulis: Dhika Kusuma Winata Pada: Jumat, 14 Sep 2018, 09:26 WIB Humaniora
Menteri Yohana: Perempuan Berpotensi Dukung Pembangunan

ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise

MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise menyatakan kaum perempuan berpotensi besar menyokong pembangunan. Jumlah perempuan yang mencapai hampir setengah populasi harus diberi kesempatan untuk melakukan kontrol terhadap proses pembangunan.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Temu Nasional Kongres Wanita Indonesia (Kowani) ke-90 dan Sidang Umum International Council of Women (ICW) ke-35 di Yogyakarta, Jumat (14/9).

"Sangat perlu memberikan akses bagi perempuan untuk berpartisipasi di segala bidang pembangunan. Dengan demikian kesetaraan antara laki-laki dan perempuan dapat terwujud dan pembangunan dapat berjalan baik," ujar Yohana.

Meski begitu, dia pun menyampaikan kondisi perempuan dan anak yang seringkali mengalami berbagai kekerasan. Termasuk kekerasan fisik, psikis dan seksual, serta menjadi korban stereotipe, marginalisasi, dan beban ganda. Menurutnya, perempuan Indonesia masih mengalami subordinasi atau penomorduaan.

Hal itu terjadi, khususnya dalam kesempatan untuk memperoleh hak-hak pendidikan yang sering dinomorduakan dibandingkan laki-laki.

Selain itu, lanjut Yohana, banyak perempuan dianggap hanya melaksanakan pekerjaan yang berkaitan dengan urusan rumah tangga, sedangkan laki-laki dianggap sebagai pencari nafkah utama. Sehingga, pendapatan perempuan dianggap hanya sebagai tambahan saja. Perempuan juga mengalami marginalisasi (proses peminggiran) yang berdampak pada kemiskinan secara ekonomi.

"Perempuan juga sering mengalami subordinasi atau penomorduaan. Berbagai hasil kajian juga memperlihatkan bahwa perempuan dan anak merupakan kelompok rentan yang sering mengalami berbagai masalah, seperti kemiskinan, bencana alam, konflik, kekerasan, dan sebagainya," ujarnya

Untuk mengatasi permasalahan perempuan itu, pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi menjadi faktor yang harus ditingkatkan.

Pada temu nasional tersebut, Yohana juga mengapresiasi Kowani yang berhasil mendapat penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas terselenggaranya Temu Nasional yang menghadirikan wakil organisasi perempuan terbanyak, mencapai 1.000 orang.(OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More