Kinerja Semau Gue, Satu Petugas Haji Dipulangkan Lebih Cepat

Penulis: Ade Alawi dari Arab Saudi Pada: Jumat, 14 Sep 2018, 08:04 WIB Humaniora
Kinerja Semau Gue, Satu Petugas Haji Dipulangkan Lebih Cepat

MI/Ade Alawi

BEKERJA sebagai Petugas Haji tidak bisa asal-asalan atau semau gue, karena mempertaruhkan nasib 203.351 Jemaah Haji Indonesia. Karena itu, Tim Penilai Kinerja Petugas Haji 2018 memulangkan lebih awal seorang petugas kloter. Pasalnya, yang bersangkutan dianggap tak memberikan pelayanan secara baik kepada jemaah.

Ketua Tim Penilai Kinerja Petugas, Agus Syafiq, mengatakan ketua kloter itu dipulangkan saat berada di Mekah beberapa waktu lalu.

“Ada laporan dari jemaah yang bersangkutan tidak cakap," ujar Agus di Madinah, Arab Saudi, Kamis (13/9).

Agus mengatakan, ketua kloter yang dipulangkan lebih awal itu disinyalir kerap menelantarkan jemaah. Kondisi ini membuat jemaah seakan-akan kehilangan pegangan.

“Saat jemaah membutuhkan, dia menghilang," ucapnya.

Anggota Tim Penilai Kinerja Petugas Haji, Noer Aliya Fitriya, menyebut beberapa kesalahan yang dilakukan ketua kloter yang tak disebut namanya itu, salah satunya ialah meninggalkan jemaah setibanya di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi.

"Masuk rumah (pemondokan) di Mekah, jemaah yang seharusnya diarahkan menjalani umrah wajib, dia malah tidur," ujar Noer.

Kondisi tanpa kepastian itu berlangsung hingga di Arafah dan Mina. Sebelum proses pemulangan, Noer mengatakan, ketua kloter sempat ditegur. Ketua kloter itu berjanji memperbaiki layanan ke jemaah. Tetapi, janji itu tak terlaksana. Bahkan beberapa jemaah mengadukan kelakuan ketua kloter itu semakin menjadi-jadi.

“Setelah dipantau dan mendapat laporan dari jemaah, ketua kloter itu akhirnya dipulangkan," ungkapnya.

Mengenai sanksi, Noer menyerahkan keputusan penindakan ke Inspektorat Jenderal Kementerian Agama. Total petugas haji Indonesia sebanyak 4.756 orang. Rinciannya, Kementerian Agama 2.718 orang dan Kementerian Kesehatan 2.038 orang.(OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More