Kesehatan dan Kebahagiaan Faktor Penting Perkotaan

Penulis: Syarief Oebaidillah Pada: Kamis, 13 Sep 2018, 22:40 WIB Humaniora
Kesehatan dan Kebahagiaan Faktor Penting Perkotaan

Ist

FAKTOR kesehatan dan kebahagiaan warga kini harus menjadi perhatian dan fokus penting dalam merancang sebuah perkotaan. Kendati tanpa menghilangkan isu spesifik lainnya, seperti sampah, polusi, dan kemacetan.

"Strategi transformatif amat penting saat merancang sistem mobilitas perkotaan," kata Arup Cities and Planning Leader untuk Singapura, Indonesia, dan Malaysia, Neil Walmsley, dalam diskusi bertema 'Investasi pada Mobilitas Perkotaan Sangat Penting untuk Kesehatan dan Kebahagiaan' di Jakarta, Rabu (12/9).

Melalui keterangan yang diterima Kamis (13/9), Walmsley menjelaskan kota-kota di Indonesia tumbuh lebih cepat ketimbang negara Asia lainnya. Diperkirakan 10 tahun mendatang, 68% populasi penduduk Indonesia akan tinggal di perkotaan.

Sementara sebanyak 14 kota di seluruh Indonesia memiliki populasi lebih dari 1 juta orang dan Jakarta, kota terbesar di Indonesia, oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) diperkirakan kepadatan lalu lintas telah menyebabkan kerugian ekonomi sebesar Rp67,5 triliun pada 2017.

"Mobilitas, kesehatan, produktivitas, dan terutama, kebahagiaan amat saling terkait. Dampak sangat jelas pada kesehatan warga dalam kota yang sangat padat lalu lintasnya adalah polusi suara dan kualitas udara yang sebagian besar disebabkan emisi gas buang kendaraan," cetusnya.

Merujuk penelitian yang diterbitkan Arup 'Rethinking Urban Mobility', menyimpulkan perkotaan yang sukses manakala menjadi rumah bagi masyarakat yang sehat, bahagia, dan produktif, serta menarik bagi para pengunjung dan dunia usaha.

Dalam kaitan ini, otoritas kota disarankan menyediakan pilihan-pilihan mobilitas terjangkau, efektif mengurangi polusi dan kepadatan, meningkatkan keamanan, mendukung aktivitas fisik warga, dan meningkatkan penggunaan tanah.

Pimpinan Arup Indonesia, Gabriel Hyde, mengutarakan, Asian Games 2018 memberikan peluang dalam sistem mobilitas perkotaan serta langkah membantu Indonesia meningkatkan kualitas hidup warga kotanya.

Gabriel menandaskan saat ini merupakan waktu yang tepat bagi semua pihak berkepentingan di Indonesia dapat bersama-sama membuka wawasan tentang filosofi pembangunan kota yaitu pembangunan yang berbasis kesehatan dan kebahagiaan warga. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More