Tantangan Berat Menuju Olimpiade 2020

Penulis: (Rul/R-1) Pada: Jumat, 14 Sep 2018, 07:15 WIB Olahraga
Tantangan Berat Menuju Olimpiade 2020

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

TIM nasional atletik akan menghadapi tantangan yang berat dalam perjuangan mereka menuju Olimpiade Tokyo 2020. Pasalnya, sistem kualifikasi yang dipakai sangat ketat mengingat terbatasnya jumlah kuota.

Menurut Ketua Umum Peng­urus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia, Bob Hasan, para atlet yang bisa berlaga di Olimpiade selanjutnya ialah atlet pilihan yang berada di posisi terbaik sesuai dalam peringkat Federasi Atletik Dunia (IAAF). Ia menilai, untuk nomor estafet 4x100 meter dan lompat jauh, Indonesia masih memiliki peluang meloloskan atlet.

“Kualifikasi Olimpiade itu sangat berat karena harus bersaing dengan atlet dari lebih 200 negara anggota IAAF. Tapi, kita bertekad sebanyak mungkin meloloskan atlet ke Olimpiade 2020 karena masih ada waktu 2 tahun untuk blusukan ke daerah-daerah dan mencari bibit-bibit atlet baru,” ungkap Bob Hasan, Kamis (13/9).

Sekretaris Jenderal PB PASI, Tigor Tanjung, menambahkan peringkat atlet dibuat berdasarkan skor rata-rata yang dikumpulkan dalam lima kompetisi. Skor tersebut diraih dari total catatan prestasi dan urutan atlet dalam kompetisi tersebut.

“Selain nomor estafet dan lompat jauh, individu 100 meter putra atas nama Lalu Muhammad Zohri juga punya peluang karena saat ini peringkat Zohri di posisi ke-78. Karena setiap negara maksimum tiga atlet di tiap-tiap nomor, maka dia diperhitungan peringkat diupayakan masuk peringkat ke-55 besar dari 56 kuota,” jelas Tigor.

Untuk meraih poin guna kenaikan peringkat, terdapat beberapa kejuaraan yang menjadi incaran PB PASI. Dua di antaranya ialah Kejuaraan Asia 2019 dan Kejuaraan Dunia 2019 di Doha, Qatar.

Sementara itu, selepas mundurnya Fadlin dari tim estafet 4x100 meter putra, PASI langsung mencari atlet pengganti. Pelatih tim estafet, Eni Nuraini, mengatakan ada beberapa nama yang berpeluang menggantikan Fadlin masuk tim estafet untuk bergabung bersama Eko Rimbawan, Zohri, dan Bayu Kertanegara.

“Sudah ada beberapa yang memenuhi kriteria. Salah satu yang berpeluang adalah Izrak Udjulu yang mendapat emas di ajang SEA Youth Athletics Championship 2018. Izrak saat ini masih membela daerahnya, Gorontalo, mungkin November akan dipanggil untuk bergabung bersama tim estafet,” jelas Eni. (Rul/R-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More