PSSI Siapkan Opsi Pengganti Milla

Penulis: (Sat/R-2) Pada: Jumat, 14 Sep 2018, 03:00 WIB Sepak Bola
PSSI Siapkan Opsi Pengganti Milla

MI/ Rommy

PERSATUAN Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sepertinya sudah tidak sabar menanti jawaban Luis Milla Aspas untuk tawaran perpanjangan kontrak menjadi pelatih tim nasional Indonesia. Itu sebabnya induk cabang olahraga sepak bola itu mulai menimbang opsi lain.
“Kami masih menunggu jawaban dari (Luis) Milla dan kesepakatan-kesepakatan terkait dengan kontrak kerja yang (dimuat) di e-mail. Jika sampai tanggal 14 tidak siap, kita ganti,” kata anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Refrizal, Kamis (13/9).
Simon McMenemy dan pelatih Bali United Widodo C Putro.
“Untuk saat ini, kami belum sebut nama-nama karena menyoalkan kondisi Milla ini sebenarnya enggak bagus juga kalau disampaikan sekarang. Takut juga kalau tidak terpilih, nanti menyinggung.”

Kontrak Milla berakhir 31 Agustus dan sedang dinegosiasikan ulang perpanjangan kontrak dengan durasi satu tahun ke depan. Persoalannya ialah negosiasi itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Milla dikabarkan masih menutup pintu komunikasi dengan PSSI. Bahkan sampai kemarin belum ada perkembangan signifikan terkait dengan opsi perpanjangan kontrak tersebut meski batas waktu yang disiapkan PSSI ialah 15 September atau besok.

Itu sebabnya rumor bahwa PSSI menunggak gaji Milla semakin kencang. Pelatih asal Spanyol dan stafnya itu memang dikabarkan sudah tiga bulan tak dibayar PSSI dengan anggaran mencapai Rp2,3 miliar per bulan.  Saat menanggapi rumor tersebut, Refrizal tidak membantahnya. Namun, ia menegaskan PSSI berkomitmen membayarnya.

Anggota eksekutif lainnya, Gusti Randa, menambahkan, PSSI akan kembali menggelar rapat jika tawaran perpanjangan kontrak Milla sebagai pelatih timnas gagal.

“Exco tetap pada keputusan 28 Agustus yang memperpanjang Luis Milla dengan durasi satu tahun,” tegasnya. (Sat/R-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More