John Terry Menolak Tawaran Spartak Moskow

Penulis: Alfa Mandalika Pada: Kamis, 13 Sep 2018, 15:40 WIB Sepak Bola
John Terry Menolak Tawaran Spartak Moskow

AFP PHOTO / Ian KINGTON

MANTAN kapten Timnas Inggris John Terry menolak tawaran untuk berlabuh ke Spartak Moskow. Dia mengaku alasan keluarga yang menjadi penyebabnya menolak tawaran dari klub asal Rusia tersebut.

Terry menjadi agen bebas setelah meninggalkan klub divisi Championship Aston Villa ketika kontraknya berakhir pada akhir musim lalu. Media Inggris melaporkan bahwa Terry menjalani pemeriksaan medis menjelang kontrak dua tahun yang diusulkannya dengan klub Rusia itu.

"Setelah berpikir panjang, saya memutuskan untuk menolak tawaran kontrak dari Spartak Moskow," tulis Terry di akun instagram pribadinya.

"Saya ingin mengambil kesempatan mengucapkan terima kasih kepada Spartak dan berharap klub dan para pendukung mereka baik-baik saja untuk sisa musim ini. Mereka adalah klub yang ambisius dan saya sangat terkesan dengan profesionalisme mereka. Tetapi setelah menilai langkah ini dengan keluarga saya, kami memutuskan tawaran tersebut bukanlah langkah yang tepat untuk diri kami saat ini".

Terry telah membuat 36 penampilan untuk Villa di semua kompetisi musim lalu dan membantu mereka hingga ke final playoff Championship. Sayang, mereka akhirnya kalah dari Fulham.

Dia juga telah membuat lebih dari 700 penampilan untuk Chelsea, memenangkan lima gelar Premier League, lima Piala FA, dan Liga Champions 2012. (Medcom/OL-3)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More