Mane Bongkar Sulitnya Meniti Karir

Penulis: Satria Sakti Utama Pada: Kamis, 13 Sep 2018, 15:25 WIB Olahraga
Mane Bongkar Sulitnya Meniti Karir

AFP/Glyn KIRK

BINTANG Liverpool Sadio Mane mengungkapkan banyaknya ganjalan sebelum akhirnya berhasil sebagai pesepak bola profesional seperti sekarang. Ia mengaku keinginannya menjadi pemain sepak bola sempat ditentang orangtua. Mereka menganggap sepak bola hanyalah sampah.

Akan tetapi, mantan penyerang Timnas Senengal El Hadji Diouf membuatnya tetap fokus pada mimpinya. Diouf pernah berseragam Liverpool pada 2002 silam dan bertahan di Anfield selama tiga tahun.

"Ketika saya muda, saya memiliki banyak pemain idola. Ronaldinho yang paling menjadi favorit bersama El Hadji Diouf. Keduanya memberikan inspirasi besar bagi saya," kata Mane.

Diouf memang bukan sosok tenar di Liverpool. Ia bahkan lebih banyak dikenal karena kontroversi dibandingkan prestasi. Namun, Mane tetap menjadikannya panutan dalam karir sekaligus menepis keinginan orangtua yang menginginkannya fokus pada dunia pendidikan.

"Saya lahir di sebuah desa yang tidak pernah seorang pun menjadi pesepak bola di kejuaraan bergengsi. Saya ingat ketika kecil, orangtua saya merasa bahwa saya harus belajar sebagai guru. Mereka pikir sepak bola tidak akan membawa kesuksesan. Tapi saya selalu berkata, sepak bola satu-satunya pekerjaan yang bisa saya lakukan untuk membantu anda," kata Mane.

Mimpi Mane akhirnya terwujud. Namun, pemain 26 tahun tetaplah sosok yang ramah. Ia sempat menjadi perbincangan publik ketika membantu membersihkan masjid di Liverpool setelah laga melawan Leicester City beberapa saat lalu. (dailymail/OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More