Suparni Ingin Persembahkan yang Terbaik Bagi Indonesia

Penulis: Widjajadi Pada: Kamis, 13 Sep 2018, 14:30 WIB Olahraga
Suparni Ingin Persembahkan yang Terbaik Bagi Indonesia

MI/Widjajadi

TUBUHNYA tinggi besar, dan senyum itu selalu mengembang di wajahnya. Ia juga sedikit pemalu, meski sesekali berteriak keras, lalu tertawa riang. 

Itulah Suparni Yati, 25, atlet para tolak peluru nomor F20 (tunagrahita) kebanggaan Indonesia, yang diharapkan bisa mempersembahkan emas di ajang Asian Para Games 2018 di Jakarta pada 6 - 13 Oktober mendatang.

Sejak Januari silam, lajang asal Pekan Baru, Riau, itu terus berlatih keras bersama teman-temannya sesama atlet NPC di Stadion Sriwedari Solo. 

Setiap pagi mulai pukul 06.30 - 09.00 WIB dan dilanjutkan sesi sore mulai  pukul 15.00 - 17.00 WIB, kecuali Sabtu yang merupakan hari libur pelatihan nasional (Pelatnas).

"Ini semua demi merah putih, Mas. Kami sudah dipercaya dan diberi kehormatan untuk membela bangsa lewat olah raga. Semoga bisa memberikan yang terbaik nantinya," tutur Suparni Yati dalam obrolan santai dengan Media Indonesia seusai berlatih di stadion peninggalan Pakoe Boewono X di kampung Sriwedari, Kamis (13/9). 

Selama wawancara, ia dibantu asisten pelatih atletik, Azlan.

Rekam jejak prestasi anak bakul tempe asal Riau ini bisa disebut sangat luar biasa. Tampil pertama kali di ajang internasional ASEAN Para Games 2017 Malaysia, bungsu dari delapan bersaudara itu, langsung memecahkan rekor Asia. 

Lemparannya fantastik, yakni 11,03 meter, menyalip rekor  Nursuhana binti Ramlan yang dibuat di Paralimpiade London 2012, sejauh  10,71 meter.

"Rekor Asia itu semula milik Nursuhana di Paralimpiade London, dengan lemparan 10,71 meter. Dia pulalah yang saya kalahkan di ASEAN Para Games  2017 di Malaysia. Saya memperoleh medali emas, setelah mampu melempar  sejauh 11,03 meter, sedang Nursuhana kala itu hanya 9,66 meter," imbuh Suparni, dengan nada agak malu.

Dalam pesta Asian Para Games 2018 di Jakarta nanti, ia mengaku harus bekerja lebih keras lagi, karena bukan hanya Malaysia saja yang dihadapi, melainkan banyak negara, terutama Jepang. Menurut penuturan pelatihnya, Jepang memiliki atlet para tolak peluru yang sangat tangguh.

Ia ingin mengukir prestasi yang lebih baik lagi, karena ingin membahagiakan kedua orang tua dan juga kakak-kaknya yang selalu berdoa penuh untuk keberhasilan dirinya. 

"Mereka tidak pernah bisa mengunjungi saya selama pemusatan latihan di Solo ini. Namun saya yakin, mereka selalu berdoa yang terbaik untuk aku. Jadi aku harus bisa membuktikan," tukas dia sekali lagi.

Saat pemerintah memberikan bonus Rp200 juta usai keberhasilannya menggondol medali emas dari ASEAN Para Games 2017 Malaysia, Suparni mengaku bisa memberangkatkan haji kedua orang tuanya. Ia pun lalu berkeinginan, jika mampu menggondol medali, bonus yang diberikan pemerintah akan dipergunakan untuk membangun rumah orang tuanya di Riau.

Yang jelas, perjalanan seorang Suparni Yati dalam merengkuh prestasi di cabang tolak peluru kelas F20 (tunagrahita) ini, bukanlah prestasi yang datang tiba-tiba. 

Sebelum ikut mewakili Indonesia di ASEAN Para Games 2017 yang berhasil manis, serta keikutsertaannya di Asian Para Games 2018 Jakarta, sejumlah prestasi nasional juga sudah ditorehkan.

Hal itu bisa dilihat dari Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XIV di Riau pada 2012 dan juga Peparnas XV di Jawa Barat tahun 2016, di mana Suparni berhasil memperoleh dua medali emas dan satu perak. 

"Saya berlatih sejak usia SD. Mudah-mudahan bisa terus berprestasi, terutama di Asian Para Games 2018, hingga bisa membawa saya ke Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020. Tolong doakan Suparni ya," pesan dia. (OL-3)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More