Badai Florence Mendekat, Warga Carolina Ramai-Ramai Evakuasi

Penulis: Tesa Oktiana Surbakti Pada: Rabu, 12 Sep 2018, 22:50 WIB Internasional
Badai Florence Mendekat, Warga Carolina Ramai-Ramai Evakuasi

AFP

BARISAN mobil memadati ruas jalan yang mengarah keluar dari wilayah Pantai Utara dan Carolina Selatan. Pasca perintah evakuasi Badai Florence dikeluarkan, warga bergegas menyelamatkan diri demi menghindari badai terdahysat.

Sejak Selasa (11/9), Badai Florence yang masuk dalam kategori 4, bergerak menuju negara bagian Timur Amerika Serikat (AS). Meski mayoritas warga wilayah pesisir mengindahkan perintah evakuasi jelang kedatangan Badai Florence, namun tak sedikit yang memilih menetap. Gubernur Carolina Utara Roy Cooper terus mengingatkan warga untuk pergi dari wilayah tersebut, sekalipun berada di zona evakuasi.

"Ini bukan badai biasa yang bisa dihadapi manusia. Ini badai bersejarah, mungkin sekali dalam seumur hidup," tegas Cooper.

Perintah evakuasi yang bersifat wajib ditujukan bagi 1,7 juta penduduk di Carolina Utara, Carolina Selatan dan Virginia. Otoritas setempat menyatakan perintah evakuasi sudah dikeluarkan sejak Badai Florence bergerak melintasi Samudera Atlantik menuju wilayah pesisir. Sementara itu, jalur lintas ke arah wilayah Timur telah ditutup. Tujuannya memperlancar arus lalu lintas ke wilayah daratan yang lebih tinggi.

"Kami harus mengatur lalu lintas yang terdampak rute evakuasi," ucap Jeff Byard, petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Federal (FEMA).

Pusat Badai Nasional (NHC) memprediksi Badai Florence akan menerjang wilayah California sekitar Kamis malam atau Jum'at pagi. Status kekuatannya diyakini berada pada kategori 3. Pada Rabu malam, kekuatan Badai Florence masuk dalam kategori 4 dengan kecepatan 220 kilometer (km) per jam. Posisi badai saat itu terletak 1.165 km di timur-tenggara Cape Fear, Carolina Utara.

Presiden AS Donald Trump pun mendesak warga untuk mematuhi perintah evakuasi. Pemerintah dikatakannya siap terhadap berbagai kemungkinan. "Jika Anda diminta pergi, segera lakukan. Ini akan menjadi badai terbesar dari yang kita alami dalam beberapa dekade terakhir," tegas Trump dari Kantor Oval, Gedung Putih. Bersama dengan Trump, pejabat FEMA Brock Long mengatakan kehadiran Badai Florence berpotensi mengakibatkan kerusakan. Sebab, terpaan badai sekaligus membawa gelombang besar yang mengancam keselamatan penduduk di wilayah pesisir. Aliran listrik diperkirakan padam selama beberapa pekan.

"Warga di wilayah pesisir harus mengungsi, apalagi banjir akan mengenai dataran yang lebih tinggi. Badai ini tidak akan menjadi pukulan sekilas, namun pukulan langsung dan besar," cetus Long.

Pengumuman situasi darurat setidaknya telah digaungkan di sejumlah wilayah, yakni Maryland, Carolina Utara, Carolina Selatan, Virginia dan Washington. Peringatan disertai potensi hujan lebat dan banjir. Washington mengumumkan situasi darurat terakhir kali pada Januari 2016, saat Ibu Kota AS diselimuti salju setinggi lutut yang dinamakan musim "Snowzilla".

Dari pantauan di wilayah Charleston, Carolina Selatan, mayoritas warga sudah bersiap meninggalkan kediamannya sejak Selasa. Jalanan tampak sunyi. Pun, operasional kantor dan sekolah dihentikan untuk sementara waktu. Meski bahaya besar mengintai, William Belli mengaku tidak ingin meninggalkan wilayah Charleston, apalagi bergabung dengan barisan pengungsi. Optimisme Belli mampu bertahan dari Badai Florence, mengacu pada Badai Hugo yang menghantam Carolina Selatan pada 1989 lalu.

"Saya tidak khawatir sedikit pun, karena sudah pernah melewati badai dahsyat. Saya sudah menyiapkan stok makanan dan air yang cukup," tukas dia yang akan menikmati keheningan sebelum badai menerpa.

Pada Senin kemarin, Gubernur Carolina Selatan Henry McMaster mengeluarkan perintah evakuasi wajib terhadap 1 juta penduduk di wilayah pesisir. Langkah serupa juga dilakukan Gubernur Carolina Utara Roy Cooper, yang memerintahkan penduduk di wilayah Outer Banks, maupun wilayah pesisir Dare County, untuk segera mengevakuasi diri. Adapun di Virginia, sekitar 245 ribu penduduk telah mengungsi dari wilayah Pantai Timur.

"Kami siap menghadapi dampak dari badai bersejarah yang disertai angin kencang dan banjir," tukas Gubernur Maryland Larry Hogan yang tidak ingin warganya menjadi korban.

Dengan status kekuatan berkategori 4, Badai Florence mampu menyebabkan kerusakan katastropik. Akumulasi total curah hujan pada Sabtu kemarin, tercatat 20 inch, bahkan di beberapa tempat mencapai 30 inch. Misalnya di wilayah Carolina dan Virgninia. Pusat pelatihan militer Fort Ap Hill dan Fort Bragg, disiagakan untuk menyokong tugas FEMA dan Federal Staging Area. Garda Nasional Virginia telah menyiapkan 1.500 tentara dan pasukan penerbang, sebagai bantuan untuk merespon potensi bencana di negara bagian. Sekitar 7.000 anggota penjaga dimobilisasikan di Carolina Utara, sedangkan 1.100 petugas berjaga di wilayah Carolina Selatan. (AFP/OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More