Bercucur Air Mata, Ini Doa Tukang Becak Saat Tawaf Perpisahan

Penulis: Ade Alawi dari Arab Saudi Pada: Rabu, 12 Sep 2018, 22:30 WIB Humaniora
Bercucur Air Mata, Ini Doa Tukang Becak Saat Tawaf Perpisahan

MI/Ade Alawi

"YA Allah, berilah kami limpahan rezeki yang halal dan berkah, seperti limpahan air telaga zamzam. Saya ingin kembali lagi ke Baitullah (rumah Alah) dengan membawa istri dan anak-anak," kata Maratua bin Sarumpaet Siregar, 60, jemaah asal Labuan Batu Selatan, Sumatra Utara (Kloter MES 19), menceritakan doanya sembari menangis saat tawaf wada (perpisahan) di Kakbah, Masjidil Haram, Makkah Al Mukarramah, Arab Saudi, pada Selasa (11/9) malam.

Pria beranak lima yang beranak lima menyampaikan hal itu di sela-sela pemberangkatan 393 jemaah Kloter MES 19 di Hotel Rehab Al Mahabbah di kawasan Syisyah, Makkah, ke Madinah Al Munawwarah, Rabu (12/9).

"Perjuangan saya menuju Tanah Suci mengatasi berbagai kendala dan kebutuhan yang sangat banyak. Modalnya menarik becak motor (bentor). Anak saya lima semuanya sekolah. 2 anak saya sekarang sudah bekerja. Alhamdulillah saya bisa mendaftar haji," kata Maratua sambil terisak.

Maratua tak kuasa membendung air matanya ketika mengutarakan kisah perjalanan hidupnya. Sejak 1991 dia sudah menarik bentor di Kota Pinang, Labuanbatu Selatan. Kondisi panas dan hujan dia lakoni tak kenal lelah.

Begitu pula siang hingga menembus malam, Maratua pantang menyerah. Dia menjalaninya dengan tekad mendapatkan rezeki yang halal.
Bahkan, penumpang yang jauh sekalipun ke luar wilayah Kota Pinang dia antarkan dengan senang hati.

"Rata-rata sehari saya mendapatkan uang Rp60-100 ribu. Penumpang terjauh saya antar hingga ke Duri dengan upah Rp 300 ribu," tutur Maratua.

Berkat jerih payahnya mengayuh Bentor selama 20 tahun, pada 2011 Maratua mendaftar haji dengan biaya Rp25 juta untuk mendapatkan nomor porsi jemaah.

"Sedikit demi sedikit penghasilan Bentor saya cicil ke bank di tengah rebutan kebutuhan keluarga," jelasnya.

Akhirnya, pada 2018, Maratua menunaikan ibadah haji kelima, sebagaimana yang sudah dia impikan sejak lama.

"Sementara ini saya berangkat sendirian," ujarnya.

Selama di Tanah Suci, Maratua bersyukur tidak ada rintangan.

"Semuanya lancar. Rukun dan wajib haji bisa saya penuhi," katanya.

Setiba di Madinah nanti, Maratua akan melaksakan Arbain (salat 40 waktu secara berjamaah di Masjid Nabawi). Dia pun akan berdoa di tempat yang mustajab (terkabulnya doa) di Masjid Nabawi, yakni Raudhah.

"Semoga saya menjadi haji yang mabrur dan bisa memberikan manfaat bagi orang lain," pungkasnya.

Semoga terkabul. Tarik bang...! (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More