Para Tersangka Judi Kartu di Manggarai tidak Ingin Ditahan

Penulis: Yohanes Manasye Pada: Rabu, 12 Sep 2018, 21:15 WIB Nusantara
Para Tersangka Judi Kartu di Manggarai tidak Ingin Ditahan

Ilustrasi--thinkstock

KELIMA tersangka judi kartu remi di Manggarai, Nusa Tenggara Timur, tidak ingin ditahan selama proses hukum berlangsung. Seorang tersangka mengajukan pembantaran, sedangkan empat lainnya mengajukan penangguhan penahanan.

Menurut kuasa hukum para tersangka, Yance Janggat dan Hironimus Ardi, pembantaran dan penangguhan penahanan merupakan hak hukum para tersangka. Sebagai kuasa hukum, pihaknya sudah mengajukan ke Polres Manggarai dan kini masih menunggu jawaban dari institusi tersebut.

Tersangka yang mengajukan pembantaran yakni Marselinus Gambang. Kepala Dinas Lingkungan Hidup itu tidak bisa ditahan karena sedang sakit dan kini dirawat di RSUD dokter Ben Mboi Ruteng.

"Beliau sakit dan perlu rawat inap. Yang urus pembantaran itu dari penyidik yang didukung dengan surat keterangan dari rumah sakit yang merawat beliau," ujar Yance Janggat, Selasa (12/9).

Pembantaran itu, kata Yance, hanya berlaku selama Marselinus menjalani perawatan di rumah sakit. Jika sudah sembuh, Marselinus harus ditahan.

Hironimus Ardi menambahkan, Marsel Gambang menderita sakit hepatitis dan gula.

"Dia harus menjalani perawatan di rumah sakit karena sedang sakit hepatitis dan gula," kata Hironimus.

Sementara empat tersangka lainnya yakni Yos Jehalut, Stefanus Efendi, Paulus Pantun, dan Adrianus Sebang telah mengajukan permohonan penangguhan penahanan.

Yos Jehalut dan Stefanus Efendi beralasan agar tidak menelantarkan tugas-tugas kantornya. Yos bertugas sebagai Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, sedangkan Stefanus Efendi baru menjabat Kasubid Pendataan PBB pada Badan Keuangan sejak 26 Maret 2018.

Jika Yos dan Stefanus beralasan tak ingin menelantarkan tugas masing-masing, Paulus Pantun dan Adrianus Sebang mengajukan penangguhan penahanan karena tak ingin menelantarkan keluarga mereka.

Pihak Polres Manggarai yang dihubungi melalui Kasat Reskrim AKP Wira Satria Yudha belum menjelaskan perihal pembantaran dan penangguhan penahanan tersebut.

Terpisah, Kepala Badan Keuangan Manggarai, Willy Ganggut mengatakan akan memberikan sanksi sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 kepada anak buahnya. Namun, sanksi tersebut akan dijatuhkan setelah ada putusan pengadilan.

Ia juga mengatakan, Stefanus Efendi merupakan ASN kedua dari kantor tersebut yang tertangkap saat bermain judi.

Sebelumnya, staf yang bertugas sebagai Pembuat Daftar Gaji, Elisabet Seran, tertangkap sedang asyik berjudi di rumah seorang warga beberapa waktu lalu.

Belajar dari kasus perjudian yang menimpa stafnya itu, Willy mengatakan dirinya selalu mengingatkan stafnya saat apel setiap pagi.

"Saya di sini apel tiap pagi. Saya briefing. Salah satunya supaya mereka bisa disiplin. Termasuk hindari perjudian," ujarnya. (MetroTV/OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More