Bawaslu Prediksi Data Ganda DPT Capai 2 Juta

Penulis: Nurjiyanto Pada: Rabu, 12 Sep 2018, 20:55 WIB Politik dan Hukum
Bawaslu Prediksi Data Ganda DPT Capai 2 Juta

ANTARA

KOMISIONER Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI, Rahmat Bagja, menuturkan, pihaknya memprediksi potensi data ganda mencapai 2 juta pemilih. Data tersebut didapat dari analisis Bawaslu terhadap data Daftar Pemilih Tetap (DPT) ganda di 285 kabupaten/kota dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.

Dia menuturkan, permasalahan ini muncul disebabkan masih kurangnya budaya tertib administrasi di masyarakat. Salah satu contohnya ialah masih banyak masyarakat yang pindah tidak mengurus surat-surat kepindahan, sementara di tempat yang baru mereka juga membuat kartu identitas baru.

"Prediksinya 1,8 juta-2 juta. Itu terjadi karena misalnya ada warga yang pindah domisili, tetapi tidak lapor ke ketua RT setempat sehingga data kependudukannya tidak dicabut," ujarnya di kantor Bawaslu, Jakarta, Rabu (12/9).

Dia menambahkan, pihaknya saat ini terus melakukan pencermatan terkait data-data yang diberikan oleh KPU. Hal itu akan dilakukan guna menyempurnakan data DPT sesuai hasil kesepakatan rapat pleno rekapitulasi DPT Nasional pada Rabu (5/9) yang lalu.

Sebelumnya, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Viryan Aziz, mengungkapkan data pemilih ganda dalam DPT hasil dari penyisiran dari pihak partai politik saat ini berjumlah 6,3 juta. Jumlah tersebut jauh berbeda dari hasil temuan yang diungkapkan oleh partai koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang sebelumnya berjumlah 25 juta.

Temuan hasil sementara tersebut menurutnya dikarenakan para parpol yang menyisir saat ini telah menggunakan 4 elemen yakni nama, NIK, tanggal lahir, serta tempat lahir. Sedangkan temuan 25 juta sebelumnya hanya menggunakan 3 elemen yakni nama, NIK, dan tanggal lahir saja.

"Prinsipnya sejak awal KPU berpendapat tidak yakin dengan angka 25 juta, karena elemen data yang diperiksa yang dicek kegandaan hanya 3 elemen. 6,3 itu menurut teman dari partai didapat dengan 4 elemen dan data DPT, " ungkapnya.

Dengan adanya penyisiran tersebut pihaknha pun yakin jumlah tersebut akan terus berkurang. Pasalnya, berdasarkan laporan dari jajaran KPU di daerah terdapat kejanggalan dalam laporan data ganda tersebut.

Sebagaimana diberitakan, seusai dengan keputusan KPU dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi DPT Pemilu 2019 pada Rabu (5/9), perbaikan DPT terkait masalah data ganda tersebut akan dilaksanakan selama 10 hari. Nantinya KPU akan kembali menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil perbaikan DPT pada Minggu (16/9). (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More