Layanan Pembayaran Digital Buka Peluang Kemitraan

Penulis: (Ant/E-1) Pada: Kamis, 13 Sep 2018, 04:45 WIB Ekonomi
Layanan Pembayaran Digital Buka Peluang Kemitraan

MI/Akhmad Safuan

PT Sukses Integritas Perkasa (SIP) meluncurkan layanan pembayaran digital Smart in Pays untuk memudahkan masyarakat melakukan tran­saksi jual beli secara online sekaligus menjadi mitra yang saling menguntungkan.

“SIP bergerak dalam bidang jasa kemitraan, khususnya pembayaran digital seperti PPOB (Payment Point Online Bank) untuk pembayaran pulsa listrik prabayar, pembayaran PAM, pulsa ponsel, internet, pembe­lian tiket pesawat, tiket kereta api, hotel, shuttle bus, paket tur, umrah berbasis online, dan penjualan produk,” kata Chief Executive Officer (CEO) PT SIP Michael Ta­nudiredja dalam keterangan tertulisnya.   

Michael menjelaskan SIP dibentuk agar setiap anggota memiliki jiwa untuk membuka usaha sendiri, khususnya di bidang tour travel dan transaksi pembayaran digital.

Ia menambahkan, dengan dukungan sistem teknologi informasi yang modern, SIP akan memaksimalkan fungsinya dalam membantu terciptanya peluang usaha baru bagi masyarakat Indonesia. Dirinya yakin bahwa SIP akan menjadi salah satu merek top di Indonesia.

“SIP bukan mencari keuntungan semata, melainkan juga kami memberikan kesempatan bagi anggota kami untuk menjadi seorang pengusaha di bidang bisnis pembayaran digital dan mendapat keuntungan dari transaksi yang terjadi di Indonesia,” ucap Michael.   

Bagi yang ingin menjadi mitra SIP, masyarakat bisa langsung mengunduh aplikas Smart in Pays melalui Play Store.

Dengan menjadi mitra SIP, menurut Michael, keuntungan bagi masyarakat ialah mitra bisa menda­patkan produk dan fasilitas terbaik dengan harga terjamin dan pastinya menguntungkan setiap pemakainya.

SIP memiliki misi menjadi penyedia jasa pilihan utama konsumen dalam melakukan transaksi digital di Indonesia dan berkomitmen untuk terus melengkapi kebutuhan transaksi konsumen secara digital.

“Kami ingin memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam melakukan transaksi dalam satu genggaman,” ujarnya. (Ant/E-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More