Polisi Larang Truk untuk Sementara tidak Lintasi Jalur Warga Kalideres

Penulis: Antara Pada: Rabu, 12 Sep 2018, 20:45 WIB Megapolitan
Polisi Larang Truk untuk Sementara tidak Lintasi Jalur Warga Kalideres

MI/Susanto

KEPALA Polsek Kalideres Polres Metro Jakarta Barat Komisaris Polisi Pius Ponggeng melarang sementara waktu bagi truk muatan berat, melintas jalur warga di Kelurahan Tegal Alur Kecamatan Kalideres.

"Sudah dikomunikasikan, untuk sementara waktu truk jangan dulu lewat sambil menunggu kesepakatan armada dengan wilayah RW yang dilewati truk," ujar Pius di Jakarta, Rabu (12/9).

Pius menyebutkan, sejumlah truk yang dirusak oleh warga setelah kecelakaan lalu lintas pada Senin (11/9) kemarin dan melibatkan sopir truk serta seorang pengendara sepeda motor, belum memasuki kawasan ramai warga. Melainkan, baru keluar dari tol ring road Cengkareng.

"Sebenarnya ini (truk) baru turun dari tol. Jadi belum masuk ke wilayah yang dinyatakan tidak boleh. Truk yang melintas setelahnya kebetulan sama, dikira warga semuanya adalah truk muatan tanah," jelas dia.

Mengenai waktu operasional truk, Polsek Kalideres dengan perusahaan armada truk telah melakukan mediasi.

"Mereka sudah dikomunikasikan, jadi mereka ikuti proses dulu," tambahnya.

Sementara itu, untuk mencegah warga melakukan aksi serupa, Pius telah mengerahkan beberapa anggotanya untuk melakukan pengawasan.

"Keinginan warga cuma satu, jam operasional dibatasi dan ini sangat rasional. Kalau siang bikin macet, sehingga banyak masalah timbul," tandasnya. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More