Kemarau, Suhu Udara di Cirebon Bisa 38 Derajat

Penulis: (UL/AS/DW/N-3) Pada: Rabu, 12 Sep 2018, 23:45 WIB Nusantara
Kemarau, Suhu Udara di Cirebon Bisa 38 Derajat

ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

SUHU maksimal 38 derajat celsius bisa melanda wilayah Cirebon pada puncak musim kemarau ini. Selain suhu udara yang cukup panas, masyarakat diminta untuk mewaspadai angin kencang selama musim kemarau.

Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Ahmad Faa Iziyn, menjelaskan saat ini puncak musim kemarau tengah berlangsung di Cirebon dan sekitarnya.

“Suhu maksimum 37 derajat celsius. Namun, diprakirakan masih bisa mencapai 38 derajat celsius pada akhir September atau awal Oktober mendatang,” kata Faiz, Rabu (12/9).

Selain suhu yang panas, warga di sekitar Cirebon juga akan mengalami angin yang cukup kencang, sedangkan musim pancaroba, menurut Faiz, diprakirakan akan terjadi pada  pertengahan sampai dengan akhir Oktober mendatang. Setelah itu musim hujan baru akan terjadi di wilayah Cirebon.

Kemarau juga berdampak pada kebakaran di tiga gunung di Jawa Tengah, yakni Sumbing, Sindoro, dan Lawu. Hingga kini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah masih kesulitan­ melakukan pemadaman.

“Kebakaran Gunung Sumbing dan Sindoro telah mencapai 542 hektare, sedangkan Gunung Lawu seluas 5,5 hektare,” kata Kepala BPBD Jawa Tengah, Sarwa Pramana, kemarin.

Pemadaman kebakaran di lereng tiga gunung itu belum maksimal akibat jarak dan akses masuk keluar. Hal itu menyebabkan tim pemadam kebakaran masih kesulitan memadamkan kebakaran hutan.

Sarwa Pramana menambahkan perlu dilakukan upaya lain, di antaranya menggunakan jasa pawang hujan dan hujan buatan. “Kalau hujan buatan itu biayanya mahal, jadi alternatifnya menggunakan jasa pawang hujan.

Alternatif ini telah diinstruksikan kepada  BPBD di Kabupaten Temanggung, Wonosobo, Karanganyar, dan Kabupaten Magelang.

Pada bagian lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jawa Tengah, Sugeng Riyanto, membenarkan adanya kebakaran di Gunung Sumbing dan Sindoro. Namun, saat ini api menghanguskan padang sabana atau padang rumput.

Masih terkait dengan kebakaran hutan, sebanyak 200 personel pasukan TNI-AD BKO dari Brigade Infanteri Mekanis 6 Divisi 2 Kostrad, tergabung dalam Subsatgas Darat Karhutbunla di Sumatra Selatan (Sumsel) resmi ditarik kembali ke induk pasukan di Jawa Tengah, kemarin.

Upacara pengembalian tersebut dipimpin Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Irwan di lapangan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin­. Pangdam menyampaikan penghargaan tinggi kepada seluruh anggota satgas yang membantu penanganan karhutla di Sumsel, sekaligus berakhirnya­ Operasi Bantuan TNI sejak 31 Juli hingga kemarin. (UL/AS/DW/N-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More