Merugi, BRT Diredesain

Penulis: (LN/J-3) Pada: Rabu, 12 Sep 2018, 23:00 WIB Nusantara
Merugi, BRT Diredesain

ANTARA FOTO/Galih Pradipta

MODA transportasi massal di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), yang beroperasi sejak 2015, terus­ merugi. Bus rapid transit (BRT) yang dikerjasamakan antara Perum DAMRI dan Pemprov Sulawesi Selatan ini bakal diredesain agar menguntungkan.
General Manager DAMRI Makassar, Ilyas Hariyanto, mengakui proyek transportasi itu tidak membuahkan keuntungan sama sekali sejak dioperasikan. “Pada 2017, kita itu merugi sampai Rp3 miliar sehingga banyak bus yang terparkir karena biaya operasional tidak seimbang dengan pendapatan,” ungkap Ilyas, Rabu (12/9).

Bahkan saat ini, dari 30 unit BRT yang sempat beroperasi perlahan, tetapi pasti berhenti beroperasi. Sejak pertengahan tahun ini, tinggal 15 unit yang sempat beroperasi. “Namun, kini semua berhenti beroperasi sehingga halte yang ada ya mubazir,” lanjut Ilyas.

Saat menanggapi hal itu, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menyayangkannya. Hal itu mencerminkan perencanaan yang tidak matang, segala sesuatu itu harus ada kajiannya. “Itulah pentingnya perencanaan, bukan kira-kira. Perencanaan harus secara komprehensif dan terintegrasi,” kata Nurdin.

Bukti tidak adanya perencanaan, jelas Nuurdin, kondisi bus yang tempat naik dan turunnya berbeda dengan posisi pintu bus. Bus harus juga memikirkan mereka yang disabilitas. “Pintu jangan terlalu tinggi, kasian mereka yang tidak bisa menjangkau tangga. Semua harus disiapkan,” lanjut Nurdin.

BRT yang ada sekarang, tegas Nurdin, harus diredesain, agar tidak merugi terus. Sebelumnya harus diadakan pengkajian yang memadai. (LN/J-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More