Nama Bandara Silangit Minta Dipertahankan

Penulis: (JH/J-3) Pada: Rabu, 12 Sep 2018, 22:30 WIB Nusantara
Nama Bandara Silangit Minta Dipertahankan

MI/Januari

SEDIKITNYA 700 warga Silangit­, Kecamatan Siborongborong, mendesak Pemkab Tapanuli Utara, Sumatra Utara, mempertahankan nama Bandara Silangit, kemarin. Mereka berdemo di depan Pemkab Tapanuli.

Pongat Simanjuntak, tokoh masyarakat Silangit, menegaskan betapa pentingnya sejarah Silangit bagi warga di kawasan bandara. Mereka menolak bukan karena tidak menghormati pahlawan nasional. Namun, negara juga harus menghargai perjuangan lokal yang mempertaruhkan jiwanya.

“Nama Silangit harga mati bagi masyarakat, khususnya keturunan Sibagotnipohan selaku pemberi lahan dari Bandara Silangit,” tegasnya.

Dompak Sihombing, orator massa pada kesempatan itu, berjanji akan mengelar aksi yang lebih besar jika tuntutannya tidak diindahkan.

Bupati Tapanuli Nikson Nababan, yang menemui pengunjuk rasa, mengatakan menghormati aspirasi warga. Masalah pergantian nama Bandara Silangit­, pihaknya tetap mengacu kepada peraturan. “Kami akan menyampaikan aspirasi ini kepada pemeritah pusat untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua DPRD Tapanuli Utara Reguel Simanjuntak berjanji akan menyampaikannya kepada Kementerian Perhubung­an di Jakarta. Dia berharap pemerintah pusat bisa menerima aspirasi ini. Apalagi, menurutnya, suara rakyat ialah suara Tuhan. Pemerintah pusat pasti akan mendengar aspirasi itu.

Edison Manurung, Staf Khusus Ketua Dewan Perwakilan Daerah Repubilik Indonesia (DPD) mengapresiasi aspirasi masyarakat Silangit itu, Pihaknya berharap pemerintah pusat sungguh-sungguh memperhatikan aspirasi warga Silangit. Pergantian nama bandara harus mendengar aspirasi warga. (JH/J-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More