Saatnya Indonesia Sadar

Penulis: (FU/M-2) Pada: Kamis, 13 Sep 2018, 04:15 WIB Humaniora
Saatnya Indonesia Sadar

MI/ Furqon Ulya Himawan

ORGANISASI Kesehatan Dunia (World Health Organization) memprediksi pada 2020, penyakit depresi klinis menjadi penyakit utama yang menyebabkan disabilitas kerja atau orang-orang tidak lagi produktif. Kondisi itu terbalik dari 10 tahun sebelumnya, yakni peyakit jantung yang menjadi penyebab pertama dan depresi klinis kedua.

"Saatnya kita sadar dengan pentingnya kesehatan mental," kata Mikael Reno Prasasto.

Jalan pertama penyadaran itu, menurutnya, dengan memberikan akses psikologi. "Orang-orang berhak mendapatkan akses psikolog, maka kita berikan akses secara online karena kami semua juga sama-sama merasakan dampaknya tentang kesehatan mental," imbuhnya.

Dalam merintis Pijar Psikologi, Reno mendapatkan dukungan penuh dari keluarga karena dia mampu membuktikan memiliki manajemen waktu yang baik. Di sela-sela kesibukan organisasi tersebut, Reno tetap mampu lulus kuliah dalam kurun empat tahun dan dengan nilai yang memuaskan.

Sementara itu, bagi Reno, kepuasan ialah ketika ia bisa membuat perubahan bersama Pijar Psikologi. Salah satu bentuk perubahan itu ialah masyarakat bukan hanya tahu keberadaan perusahaan rintisan itu, melainkan juga dunia kesehatan mental, termasuk soal keprofesian yang  memiliki keahlian dalam bidang tersebut.

Lewat perubahan-perubahan kecil ini, Reno yakin perubahan besar nantinya dapat dicapai, termasuk memperbaiki ketertinggalan kesadaran kesehatan mental di Indonesia bila dibandingkan dengan negara Asia lainnya.

Sementara itu, untuk pengembangan Pijar Psikologi, Reno juga telah menyiapkan sejumlah langkah. Berbekal pelatihan akselerasi plug and play di Jakarta, ia mendapat ilmu untuk lebih banyak menggaet klien dan mengatur proyek-proyek kreatif. Dari situ, Pijar Psikologi akan meluncurkan program Konsulife (konsulife.com).

Berbeda dari layanan sebelumnya, konsultasi psikologi ini berbayar dan dengan sasaran klien berupa perusahaan atau sekolah yang ingin menjaga kesehatan mental karyawannya. (FU/M-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More