Pijar Psikologi Membumikan Pengetahuan Kesehatan Mental

Penulis: Furqon Ulya Himawan Pada: Kamis, 13 Sep 2018, 04:00 WIB Humaniora
Pijar Psikologi Membumikan Pengetahuan Kesehatan Mental

MI/Furqon

PSIKOLOG tidak ubahnya dukun, begitulah anggapan yang kerap didapati Mikael Reno Prasasto. Meski terdengar menggelikan, anggapan keliru besar itu nyatanya masih ada di masyarakat kita.

Sebagai psikolog jebolan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, anggapan itu sangat mengganggunya. Bukan hanya karena kekeliruan soal keahlian yang disandangnya, melainkan juga bagi pria yang akrab disapa Reno ini, hal tersebut juga mencerminkan minimnya pengetahuan kesehatan mental di Indonesia.

Tidak mengherankan banyak masyarakat yang kesulitan membedakan depresi dengan stres, hingga bipolar dengan gangguan kepribadian ganda. Jika sudah begitu, bagaimana pula masyarakat akan bisa pencari pertolongan yang tepat jika menghadapi masalah-masalah tersebut.

Daripada merutuki realitas yang terjadi, Reno memilih melakukan aksi nyata, membumikan pengetahuan kesehatan mental agar tidak terjadi lagi kesalahpahaman. Lelaki yang dulu memilki cita-cita menjadi jurnalis ini mulai menyampaikan informasi seputar kesehatan mental dan memberikan layanan konseling secara daring.

"Daripada kita cuma ngomel, mending kita mulai melakukan sesuatu meski sesuatu itu kecil. Sebuah lilin kecil kalau di ruangan gelap bisa menjadi matahari di sana," ujar Reno kepada Media Indonesia, pada Kamis (30/8) di Yogyakarta. Tekad itu ia wujudkan dengan mendirikan perusahaan rintisan Pijar Psikologi bersama delapan temannya. Reno kemudian juga menjabat sebagai pejabat eksekutif tertinggi (CEO).

Pendirian perusahaan yang idenya muncul pada Oktober 2014 dan diwujudkan Januari 2015 itu juga dibantu 14 psikolog. Layanan Pijar Psikologi mencakup informasi dan jasa layanan konsultasi kesehatan mental. "Ini sebetulnya mimpi anak psikologi di seluruh Indonesia," tambah pria berusia 23 tahun ini.

Langkah mereka hadir lewat jaringan internet, menurut Reno, karena fokus menyasar masyarakat perkotaan terlebih dahulu. Usia yang disasar juga mulai usia remaja, berkisar 18-35 tahun. Tujuannya, mereka bisa menularkan pengetahuannya kepada generasi tua dan berada di perdesaan.

"Utamanya kepada mereka yang online dan kalau apa-apa carinya lewat Google," katanya.

Kekinian
Sebagaimana bisa dilihat di situsnya, pijarpsikologi.org, misi mereka dikemas dengan menarik dan kekinian. Pengunjung situs yang tidak memiliki masalah kesehatan mental pun dapat membuka wawasan lewat berbagai artikel yang ada di kanal Lumbung Wawasan. Pembahasan di kanal ini beragam, termasuk soal mengenali rasa cemburu sampai mengenali emosi dibalik dorongan menjajal kencan online.

Bagi mereka yang membutuhkan bantuan psikologi dapat masuk ke kanal Konsultasi Gratis. Kasus yang ditangani bisa meliputi anaknya yang berkebutuhan khusus dan orang-orang yang mengalami stres ringan. Agar layanan ini benar dapat membantu, Pijar Psikologi didukung dengan tenaga konsultan yang cukup. "Sekarang kami sudah ada 29 psikolog," kata Reno.

Pijar Psikologi juga membuka lebar kepada psikolog atau psikiater yang tergerak ingin meningkatkan pengetahuan kesehatan mental bangsa ini untuk bergabung. Saat ini Pijar Psikologi juga sedang melatih sekitar 50 calon psikolog yang masih menempuh pendidikan magister.

Di usianya yang baru berusia 3 tahun, tercatat sampai saat ini sudah ada 17 ribu orang yang melakukan konsultasi tentang kesehatan mental. Setiap minggu, Pijar Psikologi membatasi jumlah warganet yang ingin konsultasi daring secara gratis, hanya 35 sesi.
"Karena gratis, kami menjawab semua pertanyaan maksimal dalam waktu satu minggu," katanya.

Namun, ada kalanya konsultasi dilakukan dengan bertatap muka langsung dengan bentuk kelas dan dengan tema beragam, seperti cara mengatasi kecemasan, cara menghadapi tantangan dan kecemasan, juga seputar persoalan perempuan. "Di akhir kelas ada sesi konseling kelompok," imbuhnya.

Reno mengakui, masih banyak masyarakat yang takut melakukan konsultasi karena khawatir anggapan sebagai orang gila. Menyadari itu dan juga mengikuti kode etik konsultasi psikologi, kerahasiaan data sangat dijaga. Tak jarang pasien yang melakukan konsultasi akan dianjurkan untuk menemui psikolog secara langsung untuk konseling lebih lanjut atau menemui psikiater untuk mendapatkan resep obat.

Sebagai usaha rintisan yang bergerak menyediakan jasa informasi dan layanan konseling kesehatan mental, Pijar Psikologi bukan tanpa hambatan dan rintangan. Menurut Reno, hambatan itu di antaranya sulitnya data terbaru terkait dengan persoalan kesehatan mental di Indonesia.

Website psikologi Indonesia, menurut Reno, tidak menyuguhkan data-data yang terbaru. Reno menyebut, data masayarakat Indonesia yang mengalamai depresi dan stres, data terakhir pada 2013. "Tapi itu kami jadikan sebagai peluang untuk melakukan riset mandiri," kata Reno sekaligus cara menyiasati kendala.

Soal keuangan, Reno mengaku selalu mendapatkan peluang untuk menutupi kebutuhan. Hal itu bisa datang dari penghargaan, lomba, atau dengan melakukan kegiatan-kegiatan kreatif yang bisa menghasilkan uang. "Bisalah kami menyiasati kalau soal uang, ada saja caranya," tutupnya optimistis. (M-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More