Nilai Ekspor Holding BUMN Tambang Diproyeksi US$2,5 Miliar

Penulis: Andhika Prasetyo Pada: Rabu, 12 Sep 2018, 19:40 WIB Ekonomi
Nilai Ekspor Holding BUMN Tambang Diproyeksi US$2,5 Miliar

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

HOLDING BUMN Tambang memproyeksikan nilai ekspor sebesar US$2,5 miliar pada 2018. Angka tersebut jauh lebih besar dari realisasi tahun sebelumnya yang hanya US$1,8 miliar.

Direktur Utama PT Inalum Budi Gunadi Sadikin mengatakan angka tersebut berasal dari hasil penjualan ekspor Inalum beserta tiga anak usahanya yakni PT Antam, PT Bukit Asam, dan PT Timah.

Antam, pada tahun ini, diproyeksikan membukukan penjualan ekspor terbesar yakni US$1,046 miliar, naik dari realisasi tahun lalu sebesar US$ 635 juta.

Sepanjang Januari-Juni 2018, Antam telah mencatatkan pendapatan usaha total baik ekspor dan domestik sebesar Rp11,8 triliun, naik 292% dari periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp3 triliun.

“Kontributor terbesar penjualan ekspor Antam tahun ini diproyeksikan dari emas dan perak sebesar US$519 juta. Kemudian ada feronikel US$356 juta, nikel mentah US$128 juta, dan bauksit US$43 juta,” ujar Budi di Jakarta, Rabu (12/9).

Setelah Antam, kontributor terbesar kedua ialah Bukit Asam. Anak usaha Inalum di sektor pertambangan batu bara dan pembangkit listrik itu diproyeksikan mencatatkan penjualan ekspor US$829 juta, naik dari capaian tahun lalu US$573 juta.

Adapun, PT Timah diprediksi akan memberi kontribusi sebesar US$563 juta hingga akhir tahun ini dan Inalum sendiri diproyeksikan mengekspor aluminium senilai US$79 juta. (X-12)

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More