SMK di Batam Miliki Sel Tahanan untuk Menghukum Siswa

Penulis: Antara Pada: Rabu, 12 Sep 2018, 19:35 WIB Nusantara
SMK di Batam Miliki Sel Tahanan untuk Menghukum Siswa

ANTARA

KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima laporan bahwa ada Sekolah Menengah Kejuruan swasta di Batam memiliki sel tahanan yang digunakan untuk menghukum siswa.

"Sekolah itu sudah berdiri lima tahun yang lalu, mungkin waktu sekolah itu dibangun belum ada, tapi seiring berjalannya waktu mungkin ruang tersebut difungsikan untuk sel tahanan," kata Komisioner KPAI Retno Listiyarti saat merilis keterangan di Jakarta, Rabu (12/9).

Dia mengatakan sel tahanan itu kerap digunakan untuk menghukum peserta didik yang melakukan pelanggaran. Lama penahanan tergantung tingkat kesalahan bahkan ada siswa yang mengalami penahanan lebih dari satu hari.

Sekolah tersebut banyak dikendalikan oleh ED yang kebetulan seorang anggota kepolisian dan sekaligus pemilik modal sekolah ini, ada satu orang lagi pemilik modal yang kebetulan menjabat sebagai Kepala Sekolah di sekolah ini.

ED sehari-hari membina latihan fisik, baris berbaris hingga sering menginap di sekolah, terkadang ED juga menjadi pembina upacara.  Sekolah ini mempunyai asrama untuk beberapa siswa, tidak semua orang tua siswa setuju dengan sistem asrama karena memberatkan biaya.

Menurut informasi  yang diterima KPAI, proses belajar mengajar tidak berjalan sebagaimana mestinya karena kurang porsi jam belajar dengan guru lainnya.

Siswa tidak fokus belajar, tapi fokus latihan semimiliter. Siswa-siswa diajarkan menembak dengan senapan angin. Di sekolah ada terpajang beberapa senjata.  

Selain itu, ada dugaan sistem pembinaan yang dilakukan kepada siswa juga diskriminatif, mengistimewakan siswa tertentu, melihat latar belakang siswanya sehingga diberi peran untuk mengendalikan dan menghukum siswa lain.

Menurut Retno, sekolah tidak selayaknya bernuansa semi militer karena hal tersebut melanggar sistem pendidikan nasional.

"Ini adalah sekolah kejuruan, mestinya yang ditingkatkan adalah kejuruannya bukan pendidikan fisik. Ini bukan lembaga kepolisian," kata Retno.

Menurut dia kesalahan ini terjadi karena oknum ED tidak dapat membedakan dirinya sebagai polisi atau sebagai pembina sekolah. KPAI juga telah mengirimkan surat ke Polsek setempat agar kasus tersebut dapat diusut. KPAI juga bekerja sama dengan Kompolnas agar oknum tersebut dapat ditindaklanjuti. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More