KPAI: Siswa yang Ditahan di Sel SMK Batam Alami Trauma

Penulis: Antara Pada: Rabu, 12 Sep 2018, 19:30 WIB Nusantara
KPAI: Siswa yang Ditahan di Sel SMK Batam Alami Trauma

ANTARA

KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengungkapkan bahwa anak yang ditahan di dalam sel di satu sekolah menengah kejuruan di Batam, Kepulauan Riau, mengalami trauma berat secara psikologis.

"RS mengalami tekanan psikologis karena mengalami kekerasan fisik dan perundungan lewat dunia maya. Anak tersebut membutuhkan rehabilitasi medis maupun psikis," kata Komisioner KPAI Retno Listiyarti saat memberi keterangan di Jakarta, Rabu (12/9).

Ia menjelaskan bahwa RS pada 8 September mendapat hukuman karena dituduh teman-temannya mencuri uang sewaktu praktik kerja lapangan di luar kota dan dipaksa mengakui perbuatan yang menurut dia tidak dia lakukan.

RS sempat berencana kabur dari tempat praktik kerja lapangan dengan naik pesawat untuk kembali ke Batam, namun sesampainya di bandara ditangkap oleh satu pembina sekolah berinisial ED, yang langsung membawanya ke sekolah.

Menurut laporan yang diterima KPAI, dalam perjalanan ke sekolah RS mengalami kekerasan fisik dan kemudian disuruh berjalan jongkok di
pekarangan sekolah yang beraspal dalam kondisi tangan masih diborgol dan disaksikan oleh teman-temannya. Kejadian itu didokumentasikan.

RS berada di sel tahanan sekolah selama dua hari dalam keadaan tangan diborgol dan menghadapi tindak kekerasan dari pembina sekolah berinisial ED menurut laporan yang diterima KPAI.

Menurut KPAI sekolah tersebut memang banyak dikendalikan oleh ED, anggota kepolisian sekaligus salah satu pemodal sekolah yang mengirimkan foto-foto penangkapan RS kepada orangtua dan kerabat RS, serta menyebarkannya melalui media sosial.

KPAI telah melayangkan surat ke kepolisian setempat guna meminta mereka mengusut kasus RS dan mendorong Dinas Pendidikan dan Inspektorat Provinsi Kepulauan Riau menyelidiki sekolah yang bersangkutan. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More