Terempas di Negeri Matador

Penulis: Satria Sakti Utama Pada: Kamis, 13 Sep 2018, 03:00 WIB Sepak Bola
Terempas di Negeri Matador

JOSE JORDAN / AFP

ESTADIO Manuel Martínez Valero, Elche, Spanyol, menjadi tempat bersejarah bagi timnas Kroasia. Namun, bukan sejarah emas yang ditorehkan, melainkan hasil terburuk dalam sejarah persepakbolaan negeri Balkan tersebut.

Saat dijamu Spanyol dalam penyisihan Grup 4 Liga A UEFA Nations League kemarin, Kroasia dilumat enam gol tanpa balas. Itu menjadi kekalahan terbesar yang dialami Kroasia. Kekalahan terbesar Kroasia sebelumnya terjadi pada 2009 dalam kualifikasi Piala Dunia saat dibekap Inggris 1-5 di Stadion Wembley.

Yang lebih menyakitkan, kekalahan itu didapat setelah tim besutan Zlatko Dalic tersebut menjadi runner-up Piala Dunia 2018. Di final, Kroasia menyerah 2-4 dari Prancis.

Seusai laga, Dalic tidak bisa menyembunyikan rasa kecewa dengan apa yang didapat Luka Modric dan kawan-kawan. Menurutnya, hal terbaik yang bisa dilakukan Kroasia seusai laga ialah memberi ucapan selamat kepada Spanyol.

Bagi Dalic, kekalahan dari Spanyol menjadi sebuah tamparan keras setelah dirinya mendapat pujian seusai membawa Vatreni, julukan timnas Kroasia, lolos ke final Piala Dunia 2018. "Tidak mudah bagi kami menerima ini, tapi kami harus segera mencari solusi. Kami tidak dapat duduk dan hanya menangis. Kami harus bekerja keras," imbuhnya.

Buruknya penampilan Kroasia juga diakui Modric. Pemain Real Madrid tersebut menilai permainan Kroasia mulai berantakan setelah tertinggal dua gol.    

"Ini kekalahan yang menyakikan, tetapi kami harus mengambil pelajaran dari hasil ini. Jika kami tidak dalam kondisi terbaik, jika kami tampil tidak seperti ketika di Piala Dunia 2018, sulit bagi kami menghadapi tim mana pun, terlebih tim seperti Spanyol," ungkap Modric.    

Asensio jadi bintang
Kemenangan setengah lusin gol tanpa balas atas Kroasia makin memperlihatkan kapasitas Luis Enrique sebagai pelatih genius.

Sebelumnya, mantan pelatih Barcelona yang dipercaya menangani La Furia Roja itu membawa Spanyol menang 2-1 atas Inggris di Wembley.

Ketika disinggung tentang keputusannya memainkan enam pemain Madrid dan hanya seorang pemain Barcelona saat melawan Kroasia, Enrique menegaskan tidak mau ambil pusing tentang hal itu. Dari starting XI Spanyol, enam posisi ditempati pemain Madrid, yaitu Dani Carvajal, Sergio Ramos, Nacho Fernandez, Dani Ceballos, Isco, dan Marco Asensio. Barcelona hanya diwakili Sergio Busquets.

"Saya tidak peduli tentang hal itu. Mereka semua milik tim nasional Spanyol, tidak lebih. Mereka bukan dari satu tim atau yang lain. Saya hanya melihat baju tim nasional," tegasnya.

Keputusn Enrique menurunkan banyak pemain Real Madrid memang terbayar lunas. Tiga dari enam gol Spanyol ke gawang Kroasia disumbang pemain Madrid, yaitu Asensio (33'), Ramos (57'), dan Isco (70'). Dua gol lain disumbang Saul Niguez (Atletico Madrid, 24') dan Rodrigo (Valencia, 49'), serta bunuh diri kiper Lovre Kalinic (35').

Asensio menjadi bintang Spanyol dalam laga tersebut. Selain mencetak satu gol, gelandang berusia 22 tahun itu juga membuat tiga umpan matang yang berujung gol (assist).

"Sangat baik ketika kami bermain seperti ini. Kami punya gim yang hebat dan saya pikir kami harus menjaga perasaan yang baik ini ketika kami punya dua pertandingan yang hebat," kata Asensio yang melepaskan 59 umpan tepat dari 62 percobaan. (AFP/Marca/R-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More