Polda Sumsel Sita Rumah Mewah Bandar Sabu

Penulis: Dwi Apriani Pada: Rabu, 12 Sep 2018, 19:25 WIB Nusantara
Polda Sumsel Sita Rumah Mewah Bandar Sabu

Koresponden/Dwi Apriani

DIREKTORAT Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Sumatra Selatan menyita satu unit rumah mewah senilai Rp700 juta milik seorang narapidana bandar narkoba jenis sabu, Rizki, 26, yang tengah mendekam di Lapas Merah Mata Palembang, Rabu (12/9). Rumah tersebut terletak di Jalan Tanjung Rawo, RT56/16, Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Farman, mengatakan, penyitaan dilakukan setelah keluar surat keputusan Pengadilan Negeri Palembang dari hasil penyidikan yang dilakukan.

Seperti diberitakan, rumah tersebut dibeli Rizki sejak dua tahun lalu seharga Rp300 juta. Kemudian direnovasi hingga berbentuk fisik seperti sekarang dengan menghabiskan dana Rp400 juta.

"Rumah ini diduga hasil dari penjualan narkoba yang dilakukan tersangka Rizki selama empat tahun. Kami melakukan penyitaan untuk membuat para bandar miskin," ujarnya.

Rizki merupakan narapidana yang masih mengendalikan transaksi narkoba dengan berkomplot bersama salah satu pegawai lapas, Adiman, 36, sebagai kurirnya. Peran Rizki diketahui polisi setelah menangkap tersangka Adiman di kawasan Jalan Tanjung Api-Api, tepatnya di Simpang Bandara SMB II Palembang, 2 Agustus 2018 lalu.

Tersangka Rizki dikenakan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) karena dari hasil penyidikan, uang hasil penjualan narkoba selama empat tahun dibelikan aset berupa rumah beserta isinya.

"Ini sebagai efek bagi bandar agar mereka miskin. Karena, selama ini mereka meresahkan masyarakat. Sekarang kami yang akan meresahkan para bandar," ujarnya.

Sementara itu, tersangka Rizki mengaku, dirinya divonis 20 tahun penjara dan baru menjalani empat tahun masa tahanan sejak 2014 lalu.

Rumah tersebut dibeli dan direnovasi oleh Rizki selama mendekam di Lapas Merah Mata Palembang atas bantuan seorang suruhan. Rizki pun membayar suruhan untuk menunggu rumah tersebut. Namun, saat penggerebekan orang suruhan tersebut tidak lagi terlihat di rumah tersebut. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More