Emil-Uu Ingin Seluruh Sekda se-Jabar Responsif

Penulis: Bayu Anggoro Pada: Rabu, 12 Sep 2018, 18:45 WIB Nusantara
Emil-Uu Ingin Seluruh Sekda se-Jabar Responsif

ANTARA FOTO//Novrian Arbi

GUBERNUR dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum menginginkan seluruh sekretaris daerah tingkat kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat lebih responsif.

"Saya mengumpulkan sekda se-Jawa Barat untuk menginformasikan secara teknis, terkait rencana program prioritas dari gubernur dan wakil gubernur," kata Gubernur Ridwan Kamil atau Emil di Gedung Sate Bandung, Rabu (12/9).

Emil mengumpulkan sekretaris daerah (sekda) se-Jawa Barat di Gedung Sate Bandung untuk memperkuat sinergi dalam pembangunan antara pemprov dan kabupaten/kota. Dia ingin pemerintahan di lingkup Jabar berjalan inovatif dan kolaboratif, di mana kebersamaan antara pemkab/pemkot dan pemprov harus betul-betul sinergis.

Sebab, kata dia, tujuan akhir dari pembangunan yakni kesejahteraan masyarakat, karena itu perlu adanya penyelarasan pembangunan agar
benar-benar memberi banyak manfaat untuk kesejahteraan warga Jabar.

"Kepada mereka yang sudah mendapatkan rencana program, tentulah harus responsif menyiapkannya. Misalnya kalau ingin alun-alun, ya tanah harus siap, ingin mengembangkan 'smart city' di pelayanan publik siapkan fasilitasnya, pariwisata silakan siapkan, kalau mau renovasi pasar silakan juga dipersiapkan," kata Emil.

Kedua, demi komunikasi yang lebih rileks, pihaknya akan memanfaatkan teknologi yakni dengan membentuk WhatsApp Group antarsekda, antarkepala daerah.

"WA Group antarsekda dibentuk, antardaerah dibentuk. Insya Allah koordinasi bisa lebih lancar," katanya.

Emil berharap Desember 2019 bisa terlihat jejak -jejak program gubernur yang mulai dilaksanakan. Contohnya, Jumat atau Senin pekan depan, tim cepat tanggap (Jabar Quick Response) akan mulai bekerja.

"Nanti tim ini akan merespons masalah kemanusiaan seperti kesehatan, rumah runtuh, pasien rumah sakit yang kurang biaya sehingga masyarakat merasakan pemerintah benar-benar hadir di tengah mereka," katanya. (Ant/OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More