Sehat dan Capai Body Goals, Telusuri Kebenaran Mitos Ini

Penulis: Iis Zatnika Pada: Rabu, 12 Sep 2018, 16:56 WIB Weekend
Sehat dan Capai Body Goals, Telusuri Kebenaran Mitos Ini

Dok JW Marriot

Ketika lalu lintas informasi kian riuh dengan adanya sosial media, percakapan tentang kesehatan, termasuk pola makan pun kian beredar kencang. Unggahan foto pesohor sosial media, pun kawan yang memamerkan kondisi fisiknya rawan membuat galau. Ujaran dokter, opini pribadi, mitos hingga hoaks hilir mudik di eksplorer kita.

Mari simak pernyataan para ahli gizi, tentang metablisme dan pola makan, yang kini santer, diantaranya Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB) serta Departemen Gizi  Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga.

Makan sebelum tidur bikin gemuk
Banyak orang berujar, makan beberapa saat sebelum tidur harus dihindari karena secara otomatis, asupan akan diubah jadi lemak. Pada kenyataannya, penentu makanan menjadi lemak tubuh atau tidak adalah asupan kalori selama seharian penuh. Jadi, makan sebelum tidur akan memicu timbunan lemak jika kalori yang dikonsumsi melebihi kebutuhan harian tubuh.

Makan lebih sering mempercepat metabolisme
Ada beberapa orang yang menganggap, jumlah metabolisme ditentukan frekuensi makan dan akan meningkat jika makanan mengandung karbohidrat dan lemak. Tentu saja, harus diperhatikan jumlah makanan yang diasup, jika jumlahnya melebihi kebutuhan, tentu saja produksi lemak akan bertambah.

MSG harus dihindari, karena memicu gangguan kesehatan
Faktanya, umami, citarasa yang secara universal difahami terdapat pada berbagai makanan didunia ini, yang terdiri atas glutamat, telah lama dikenal sebagai penambah sensasi sedap atau enak, namun arus informasi membuat pemahaman publik keliru.

“Kebanyakan penjelasan bukan dari ahlinya dan cenderung didasarkan pada pendapat pribadi, sehingga akhirnya membuat masyarakat galau,” ujar Kepala Departemen Gizi  Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Annis Catur Adi.

Layaknya penambah cita rasa lain seperti garam, MSG masuk dalam bahan tambahan pangan berstatus GRAS atau generally recommended as safe,  yang artinya aman bila dikonsumsi dengan cara yang benar. Bahkan, kandungan natriumnya yang hanya 12%, lebih rendah dibandingkan garam yang mencapai 40%, membuatnya lebih aman dikonsumsi oleh pengidap hipertensi,” kata Annis.

Tiger diet, rendah karbohidrat menurunkan lemak
Diet rendah karbohidrat diyakini akan mempercepat pembakaran dalam tubuh untuk menghasilkan energi karena cadangan lemak yang dibakar, atau ketosis.Yang benar, diet rendah karbohidrat memang mengontrol rasa lapar, tetapi tidak membawa pengaruh dalam sistem metabolisme. Risikonya, diet karbohidrat yang terlalu lama, bisa menurunkan metabolisme karbohidrat, makronutrien utama yang mempengaruhi kerja kelenjar tiroid.

Karbohidrat dan lemak haram dimakan bersamaan
Pertimbangan bahwa tubuh akan memprioritaskan pembakaran karbohidrat sehingga lemak akan menumpuk, tidak benar. Seharusnya orang lebih peduli dengan keseimbangan total energi. Jika asupan sesuai kebutuhan, maka tubuh akan menggunakan karbohidrat maupun lemak. Benar,  karbohidrat digunakan lebih dulu, tetapi tubuh juga akan mengambil tenaga dari lemak.

Makin tua, metabolisme melambat
Pemicu utama perlambatan metabolisme adalah hilangnya massa otot, yang bisa diatasi olahraga dan latihan beban.Kiat yang tepat, olahraga dan pola makan yang benar akan membuat tubuh tetap bugar dan sehat kendati usia bertambah. (M-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More