Indonesia-Jepang Jajaki Kerja Sama Pengembangan Cryptocurrency

Penulis: Andhika Prasetyo Pada: Rabu, 12 Sep 2018, 17:25 WIB Ekonomi
Indonesia-Jepang Jajaki Kerja Sama Pengembangan Cryptocurrency

AFP PHOTO /Justin TALLIS

INDONESIA dan Jepang menjalin kerja sama dalam pengembangan cryptocurrency atau mata uang kripto di Tanah Air. Kemitraan itu diteken oleh Perkumpulan Pemerhati Blockchain & Bitcoin Indonesia (PPBBI) selaku wali dari Indonesia dan International Cryptocurrency Promotion Organization (ICPO) sebagai perwakilan Negeri Sakura, Rabu (12/9), di Jakarta.

Sinergi bilateral tersebut diharapkan mampu menjadi batu loncatan dalam pembentukan regulasi terkait cryptocurrency, sehingga dapat mengembangkan sekaligus mematangkan sistem pembayaran virtual di Indonesia.

Sebagaimana diketahui, sistem pembayaran virtual di dalam negeri masih menemui banyak kendala terutama dari sisi regulasi.

Jepang, sebagai pemain terbesar dalam cryptocurrency, melalui ICPO akan membantu memberikan berbagai masukan kepada PPBBI. Hal itu akan dilanjutkan kepada pemerintah selaku regulator.

"Tujuan dari kerja sama ini adalah untuk mempelajari sekaligus menambah pengetahuan tentang pengelolaan cryptocurrency. Perkembangan positif ini akan membantu transfer pengetahuan khususnya dalam memberikan masukkan kepada pihak pemerintah. Baik dari sisi teknologi maupun perangkat hukum yg berkaitan dengan sistem tersebut," ujar Ketua Umum PPBBI Erwin Hadiyanto.

Cryptocurrency, telah digunakan sebagai alat transaksi pembayaran oleh lebih dari 10 juta orang telah di seluruh dunia. Sebanyak 60% di antaranya berada di Jepang.(OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More