LSI Denny JA: Enam Parpol Butuh Keajaiban Lolos ke Parlemen

Penulis: Akmal Fauzi Pada: Rabu, 12 Sep 2018, 16:20 WIB Politik dan Hukum
LSI Denny JA: Enam Parpol Butuh Keajaiban Lolos ke Parlemen

ANTARA FOTO/Fanny Octavianus

ENAM partai politik (Parpol) yang berkontestasi di pemilu legislatif (pileg) 2019 dinilai membutuhkan keajaiban untuk lolos ambang batas parlemen (Parliamentary Threshold). 

Enam Parpol dimaksud adalah Partai Hanura, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Berkarya, Partai Garuda dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

Hal tersebut tergambar dari survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA pada 12-19 Agustus 2018 melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner dengan margin of error 2,9%. Survei melibatkan 1.200 responden yang diwawancara secara tatap muka menggunakan kuisoner.

Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, menyebut dari survei yang dilakukan enam partai politik itu kecil peluangnya untuk lolos Parliamentary Threshold 4% dan menempatkan wakilnya di parlemen

Ia menyebut elektabilitas keenam parpol itu di bawah 1%. Jika pun disimulasikan dengan menambah margin of error survei 2,9%, elektabilitas keenam parpol itu tetap tidak lolos Parliamentary Threshold.

"Butuh keajaiban dari keenam partai itu untuk bisa lolos Parliamentary Threshold Pemilu 2019," kata Adjie di kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (12/9)

Dari survei LSI Denny JA itu, elektabilitas Partai Hanura 0,6%, PBB 0,2%, PSI 0,2%, Partai Berkarya 0,1%, Partai Garuda 0,1% dan PKPI 0,1%. Adapun jumlah responden dalam survei itu sebanyak 1.200 orang. (OL-3)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More