Peternak Ayam di Purwakarta Kosongkan Kandang

Penulis: Reza Sunarya Pada: Rabu, 12 Sep 2018, 17:45 WIB Nusantara
Peternak Ayam di Purwakarta Kosongkan Kandang

ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

SEBAGIAN peternak di wilayah Purwakarta Jawa Barat terpaksa menunda memasukkan bibit ayam ke kandang. Mereka mengambil tindakan tersebut dengan maksud untuk mengurangi kerugian lebih besar.

Setidaknya ada empat peternak yang sejak satu siklus musim panen sekitar satu bulan tidak memasukkan bibit ayam ke dalam kandang. Meski dikosongkan, peternak tetap merawat kandang ayam.

"Sudah sebulan atau satu kali siklus panen tidak diisi. Saya juga belum tahu sampai kapan akan diisi, menunggu kondisi lebih baik lagi," kata Ujang Sadli peternak ayam di wilayah Kecamatan Darangdan, Purwakarta, Rabu (12/9).

Ujang mengatakan dalam satu kadang mampu menampung 1.000 ekor. Kandang ayamnya dibuat bertingkat, sehingga mampu menampung 2.000 ayam.

"Hasil panen terakhir juga kurang memuaskan, pertumbuhannya agak lambat dibanding sebelumnya. Saya tidak tahu apakah karena ransum atau lainnya," ungkapnya

Hal serupa juga dikemukakan Deden, peternak ayam di Kecamatan Bojong Saat ini dia juga memilih belum memasukkan ayam ke dalam kandang, dengan alasan menunggu kondisi kembali stabil. 

Menurut Deden kenaikan harga ransum dipengaruhi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Menurunnya nilai rupiah, mengakibatkan harga pakan menjadi lebih mahal, karena sebagian bahan baku masih impor.

"Akibat harga ransum mahal, sejumlah peternak terpaksa membeli ransum yang lebih murah dengan konsekuensi mengurangi kualitas pakan," pungkas Deden. (OL-3)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

POLISI tidak langsung menangkap creator dan buzzer berita bohong atau hoaks mengenai 7 kontainer surat suara tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Alasannya, aparat masih melakukan pendalaman dari sisi aspek alat bukti untuk penyelidikan kasus tersebut dan masih menunggu hasil laboratorium forensik terkait identifikasi suara. Setujukah Anda dengan sikap Polri tersebut?





Berita Populer

Read More