LSI Denny JA: Golkar Terancam tidak Masuk Dua Besar Pemenang Pemilu

Penulis: Akmal Fauzi Pada: Rabu, 12 Sep 2018, 16:06 WIB Politik dan Hukum
LSI Denny JA: Golkar Terancam tidak Masuk Dua Besar Pemenang Pemilu

MI/Galih Pradipta

PARTAI Golkar terancam tidak masuk dua besar pemenang pemilu untuk pertama kalinya. Dalam survei terakhir Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denn JA, elektabilitas Golkar hanya 11,3% atau berada di posisi tiga di bawah PDI Perjuangan dan Gerindra

Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, mengatakan dalam empat kali pemilu sejak reformasi, Golkar selalu masuk dalam dua besar pemenang pemilu, baik itu di posisi pertama maupun kedua.

“Golkar terancam hanya menjadi partai papan tengah. Ini pertama kalinya Golkar berpotensi tidak masuk dua besar,” kata Adji di Kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (12/9).

Adjie menjelaskan, faktor kasus korupsi yang melibatkan mantan Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto, mendapat sentimen negatif terhadap citra partai. Terbaru, kasus korupsi PLTU Riau juga melibatkan kader Partai Golkar

“Golkar masih di ambang batas bisa naik ke partai utama. Jika tidak ada perubahan besar atau gebrakan yang dilakukan, Pemilu 2019 menjadi ‘kuburan’ untuk Partai Golkar,” ujarnya.

Sementara itu, Partai Gerindra potensial menjadi runner up yang biasa diisi PDIP dan Golkar. Dalam survei yang dilakukan, elektabilitas Gerindra mencapai 13,1%.

“Ada faktor pileg dan pilpres yang dilakukan serentak, menguntungkan partai yang mengusung calon presiden,” imbuhnya.

Survei dilakukan pada 12-19 Agustus 2017 menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error 2,9%. Survei melibatkan 1.200 responden yang diwawancara secara tatap muka menggunakan kuisioner

Berikut hasil survei LSI Denny JA di pemilu 2019

1. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) 24,8%

2. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) 13,1%

3. Partai Golkar 11,3%

4. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 6,7%

5. Partai Demokrat 5,2%

6. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 3,9%

7. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 3,2%

8. Partai Nasional Demokrat (NasDem) 2,2%

9. Partai Persatuan Indonesia (Perindo) 1,7%

10. Partai Amanat Nasional (PAN) 1,4%

11. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) 0,6%

12. Partai Bulan Bintang (PBB) 0,2%

13. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) 0,2%

14. Partai Berkarya 0,1%

15. Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda) 0,1%

16. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) 0,1%

17. Undecided voter 25,2%.(OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More