Survei LSI: PDIP Berpotensi Jadi Menang Pemilu Dua Kali Berturut-Turut

Penulis: Akmal Fauzi Pada: Rabu, 12 Sep 2018, 16:05 WIB Politik dan Hukum
Survei LSI: PDIP Berpotensi Jadi Menang Pemilu Dua Kali Berturut-Turut

Ist

PARTAI Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berpotensi menjadi partai pertama yang memenangi pemilu dua kali berturut-turut. Sebelumnya, pada pemilu legislatif (pileg) 2014 PDIP menjadi pemenang dengan perolehan 18,9%.

Dalam survei yang dirilis Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, pada pileg 2019, PDI Perjuangan memperoleh elektabilitas 24,8%. Posisi itu disusul Partai Gerindra hanya memperoleh 13,1% dan Partai Golkar dengan 11,3%

“Tak ada satupun partai sejak reformasi memenangkan pemilu dua kali berturut-turut. Istilahnya ada semacam kutukan juara bertahan tidak menang di pemilu selanjutnya dan PDIP berpotensi mematahkan kutukan juara bertahan itu,” kata Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby di Kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (12/9).

Pada pileg 1999, PDIP menjadi pemenang dengan raihan suara 33,7%. Namun, pada pemilu selanjutnya 2004, Golkar yang menjadi pemenang dengan 21,6%. Pada Pemilu 2009, Demokrat yang menjadi juara dengan raihan 20,9%

Adjie mengatakan, pemilihan presiden (pilpres) dan pileg yang dilakukan bersamaan menjadi faktor PDIP berpotensi menang di Pileg 2019.

“Pilpres dan pileg serentak menguntungkan partai utama yang mempunyai capres PDIP terasosiasi dengan Jokowi,” ujarnya

Survei dilakukan pada 12-19 Agustus 2017 menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error 2,9%. Survei melibatkan 1.200 responden yang diwawancara secara tatap muka menggunakan kuisoner. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More