Pemerintah Cari Cara Selesaikan Tunggakan BPJS

Penulis: Putri Anisa Yuliani Pada: Rabu, 12 Sep 2018, 15:40 WIB Humaniora
Pemerintah Cari Cara Selesaikan Tunggakan BPJS

ANTARA FOTO/Feny Selly

KETUA Komisi IX DPR RI Dede Yusuf mengatakan sampai saat ini pihaknya bersama pemerintah tengah mencari jalan keluar guna menyelesaikan tunggakan pembayaran BPJS Kesehatan.

Data Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) menunjukkan utang yang telah jatuh tempo dan belum dibayar mencapai Rp3,5 triliun per Juli 2018. Selain itu, periode pembayaran utang dinilai semakin panjang, dari 90 hari pada 2016 menjadi 120 hari di semester pertama tahun ini.

Karena itu, perusahaan farmasi kesulitan cash flow, sedangkan suplai obat dan alat kesehatan diperkirakan akan mengalami gangguan pada semester kedua tahun ini.

"Ya. Ini sedang kami rumuskan agar bisa diselesaikan. Karena minggu lalu sudah rapat dengan BPJS dan Kementerian Kesehatan," kata Dede saat dihubungi Media Indonesia, Rabu (12/9).

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyatakan sudah meminta pemerintah untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut. Saat ini, lanjut Dede, subsidi dari pemerintah nampaknya belum bisa menjadi langkah menanggulangi tunggakan yang terjadi berulang kali.

Terlebih lagi, saat ini posisi neraca APBN masih dalam keadaan timpang. Pemerintah pun diharapkan menemukan solusi lebih baik dalam jangka panjang untuk menyediakan dana bagi BPJS. Sehingga, dana BPJS tidak bergantung pada subsidi.

"Mestinya ada subsidi dari pemerintah, namun nampaknya agak sulit sekarang," tuturnya.(OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More