Visitasi Konsultan Ibadah Digeser ke Jemaah Sakit

Penulis: Ade Alawi Pada: Selasa, 11 Sep 2018, 23:14 WIB Humaniora
Visitasi Konsultan Ibadah Digeser ke Jemaah Sakit

MI/Ade Alawi

SEIRING semakin berkurangnya jemaah haji gelombang ke 2 di Mekah karena sudah banyaknya jemaah bergerak ke Madinah, visitasi Konsultan Ibadah Kantor Urusan Haji Daerah Kerja Mekah, Arab Saudi,  digeser ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekah.

“Bagi yang masih ada jemaah, Konsultan Ibadah tetap mengadakan visitasi ke jemaah di sektornya masing-masing. Tapi, bagi sudah tidak ada jemaahnya atau berkurang, maka digeser ke KKHI Mekah. Mereka memberikan doa dan support secara bergiliran kepada jemaah yang dirawat di sana (KKHI) Mekah,” kata Kepala Seksi Bimbingan Ibadah (Bimbad) Daker Mekah Ansor Sanusia di Mekah, Selasa (11/9).
Ansor memberikan pemberitahuan kepada 15 Konsultan Ibadah pada MInggu (9/9). 

Berdasarkan pantauan di KKHI Mekah, Selasa (11/9), sepekan menjelang ditutupnya klinik tersebut, jumlah jemaah yang dirawat sebanyak 59 jemaah dan yang dirujuk ke sejumlah rumah sakit di Arab Saudi sebanyak 75 orang.

Kepala KKHI Mekah dr NIrwan Satriya mengatakan, tiga besar penyakit yang menyebabkan kematian  di wilayahya, yakni respiratory disease (gangguan pernafasan), cardiovascular disease (jantung), dan shock sepsis (infeks berat). 

“Penyakit sudah ada bawaan dari Tanah Air, tapi tercetus di Tanah Suci. Pencetusnya banyak factor, yakni cuaca, debu, dan kelelahan,” kata Nirwan di kantornya kawasan Aziziyah Janubiyah, Selasa (11/9).

Konsultan Ibadah Sektor 6 Daker Mekah Helmi Hidayat mengakui adanya permintaan Kepala Seksi Bimbad tersebut. Di sektornya, kata dia, sudah tak ada lagi visitasi. “Kami diminta bergiliran memberikan visitasi ke jemaah yang sakit di KKHI Mekah,” kata Helmi saat dihubungi.

Hal yang sama disampaikan Konsultan Ibadah Sektor 1 Ruslan Husen Marasabessy. “Visitasi di sector sudah selesai. Besok (Rabu, 12/9), kami akan visitasi ke KKHI Mekah,” ujar Ruslan.

Keberadaan Konsultan Ibadah merupakan salah satu bagian dari 10 inovasi penyelenggaraan haji 2018. Keberadaannya pada musim haji tahun depan akan tetap dipertahankan. 

Helmi Hidayat memberikan kesan bahwa jemaah haji sangat membutuhkan keberadaan konsultan ibadah meskipun di masing-masing sector ada pembimbing ibadah. 

“Jemaah sangat antusias mengikuti visitasi Konsultan Ibadah. Banyak hal yang ditanyakan. Tak hanya soal manasik haji, melainkan juga aspek-aspek lain seputar perhajian. Termasuk di dalamnya soal sejarah. Semoga kami bisa memuaskan dahaga spiritualitas jemaah ,” ucap Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Ruslan Husen mengatakan, jika Konsultan Ibadah tetap dipertahankan pada musim haji tahun depan, maka hal-hal yang terkait dengan kesempurnaan ibadah ditingkatkan kepada jemaah haji.

“Soal manasik haji harus diberikan porsi yang besar,mulai dari niat,miqat,ihram,pelanggaran-pelanggaran ihram,tawaf,sa’i,dam (denda) kemudian prosesi Armuna (Arafah, Muzdalifah dah Mina),cara berniat dari hotel,melontar jumrah,thawaf ifadah,dan thawaf wada,” kata Ruslan.

Hal itu, kata dia, sangat penting bagi jemaah. “Ini krusial sekali karena berhubungan dangan sah atau tidaknya haji mereka. Rukun dan wajib dari prosesi haji ini harus diprioritaskan,” ujar alumnus Universitas Al Azhar Kairo ini. 

Jumlah jemaah haji di Mekah tinggal tersisa 31.615 jemaah atau sekitar 75 kloter lagi. Jemaah gelombang 2 dari Mekah terus bergerak ke Madinah, sementara jemaah gelombang 1 dari Mekah ke Jeddah untuk selanjutnya  ke Tanah Air telah pulang semuanya pada Minggu (9/9).

Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi, Subhan Cholid mengatakan, pada hari ini, Selasa (9/9), jemaah yang diberangkan dari Mekah ke Madinah sebanyak 6.822 atau 17 kloter. Mereka diangkut 155 bus ke Kota Nabi tersebut.  

Total jemaah haji Indonesia pada tahun ini sebanyak 203.351 jemaah regular dan jemaah haji khusus sebanyak 16.905 orang. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More