Edy Rahmayadi Tegaskan Dirinya Tidak Akan Mundur dari Jabatan Ketua Umum PSSI

Penulis: Puji Santoso Pada: Selasa, 11 Sep 2018, 16:10 WIB Sepak Bola
Edy Rahmayadi Tegaskan Dirinya Tidak Akan Mundur dari Jabatan Ketua Umum PSSI

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

WALAUPUN sudah menjabat sebagai Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi,tetap bertekad mempertahankan jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI hingga masa akhir jabatannya 2020 mendatang.

Hal itu disampaikan Edy menjawab pertanyaan wartawan seusai menyampaikan pidato pertamanya pada Sidang Paripurna DPRD Sumatra Utara Senin(10/9) lalu.

"Saya tahu banyak yang mengincar jabatan ketua umum PSSI ini. Saya merasa tidak ada halangan antara saya memimpin PSSI dengan saya memimpin Sumatra Utara. Karena jabatan Ketua Umum PSSI ini bukan jabatan politik. Saya masih mampu memimpin PSSI sampai 2020 mendatang. Sekarang sudah dua tahun saya jalani sebagai Ketua Umum PSSI," ujar Edy didamping wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah.

Edy pun merasa yakin dirinya dapat memajukan sepak bola Indonesia, karena saat ini dirinya dan PSSI yang dipimpinnya sudah sejumlah memiliki agenda antara lain persiapan timnas U16 dan timnas senior mengikuti piala AFF bulan mendatang.

Menurut dia, tidak ada alasan baginya mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI hanya karena dirinya menyandang status Gubernur Sumatra Utara. Sebab, kata dia, dua tahun lalu dirinya juga menjabat Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad) juga tanpa hambatan dapat memimpin PSSI.

"Dari kemarin kan saya dua jabatan, Pangkostrad dan Ketua PSSI. Sekarang Gubernur Sumut dan Ketua PSSI, mengapa sekarang baru diributkan, Ada apa ini? Soalnya banyak yang menginginkan jabatan ini," katanya.

Edy Rahmayadi menjelaskan, jabatan Ketua PSSI harus mundur apabila yang bersangkutan meninggalkan jabatan secara tetap. Selama ketua Umum PSSI dinilai masih mampu melaksanakan tugas maka Edy memastikan pergantiannya hanya berdasarkan aturan kongres 4 tahunan.

Ia kemudian mengharapkan agar jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI ini tidak dikait-kaitkan dengan kepentingan politik, karena menurutnya jabatan tersebut (Ketum PSSI) murni di luar urusan politik.

"Banyak sekali yang ingin jabatan Ketua Umum PSSI. Lalu disangkutkan dengan politik sehingga ada kabar  Edy mundur, karena ada yang mau masuk," ujarnya.

Secara terpisah, Sekretaris Umum PSMS Medan, Julius Raja, mengaku pihaknyamendukung sikap Edy Rahmayadi untuk tetap menjabat sebagai Ketua Umum PSSI sampai masa jabatannya berakhir 2020.

"Apa alasannya kok dia (Edy Rahmayadi) disuruh mundur dari jabatan Ketum PSSI? Selama dia merasa mampu dan tidak mengganggu tugas-tugasnya yang lain, kami dari PSMS Medan tidak ada alasan untuk tidak mendukung beliau untuk tetap menjabat Ketua Umum PSSI," ujar Julius. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More