Smes, eh, Spike!

Penulis: Donny Tjiptonugroho Redaktur Bahasa Media Indonesia Pada: Minggu, 09 Sep 2018, 09:40 WIB Opini
Smes, eh, Spike!

MI/Seno

PADA saat Asian Games 2018 yang diselenggarakan di dua kota di Tanah Air, yakni Jakarta dan Palembang, saya termasuk yang hanya bisa menyaksikan pertandingan-pertandingan dari layar televisi. Padahal, saya ada di Jakarta yang menjadi tuan rumah banyak cabang, termasuk  bola voli yang digelar di Kompleks Gelora Bung Karno.
Baru kali ini saya intens melihat pertandingan bola voli kelas Asia. Permainan yang disuguhkan menarik. Saking menariknya, terdoronglah saya mengenang masa kecil ketika masih ada lapangan voli di dekat rumah orangtua. Di lapangan voli itu kerap digelar pertandingan voli.
Yang  istimewa ialah pertandingan voli antarrukun tetangga menyambut Hari Kemerdekaan RI. Rukun tetangga (RT) saya beruntung karena pada suatu masa ada atlet bola voli nasional mengontrak di RT saya. Tidak hanya satu orang, bahkan lebih. Tepatnya dua dan keduanya bersedia tampil untuk memperkuat tim 'kelas kampung' kami.
Efeknya memang luar biasa. Tim RT kami tangguh sangat. Permainan juga naik kelas. Sepertinya kedua atlet nasional itu menggunakan turnamen antar-RT itu sebagai latihan bebas. Seperti tanpa beban, mereka beraksi. Yang mencengangkan saya saat itu, smes dilakukan dari bagian belakang lapangan. Servis kadang juga dilakukan dengan gaya smes. Bunyi seperti 'dug' dan 'tar' silih berganti terdengar dari lapangan.
Soal smes itu pula yang kadang memantik senyum nostalgia saya. Itu disebabkan dalam siaran langsung atau tunda di televisi, tiap kali atlet melakukan smes, komentator  menyebutnya sebagai spike. Otak saya seperti bolak-balik membuat referensi baru antara smes dan spike.
Sejak kecil mengenal voli, saya akrab dengan istilah smes. Makna yang saya terima serupa dengan yang diterakan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa, yakni pukulan keras yang menukik yang diarahkan kepada pihak lawan. Itu muncul di cabang bulu tangkis juga.
Di sekolah menengah pertama, bahasa Inggris yang diperkenalkan kepada saya membawakan kata spike dengan arti 'paku untuk kelas kata nomina'. Untuk kelas kata verba, spike berarti memaku. Sementara itu, smes dipahami sebagai bentuk serapan kata smash.
Kini relasi singkat antara spike dan smash saya cari karena cabang bola voli Asian Games itu.  Dalam kamus Merriam-Webster,  verba spike, selain bermakna mengencangkan dengan paku, berarti mendorong sesuatu, misalnya bola voli, menurun tajam dengan sebuah pukulan. Saya ambil benang merahnya ialah mengarah ke bawah dengan tajam karena kerasnya dorongan, ayunan, atau pukulan yang diberikan.
Dalam kamus yang sama, smash sebagai verba  dimaknai mendorong atau melempar dengan efek seperti membanting atau mengayunkan pukulan. Selain itu, ada makna memukul sesuatu, misalnya bola tenis, dengan ayunan keras melewati atas kepala dan mendorong bola dengan ayunan penuh tenaga. Makna itu lekat dengan ranah olahraga. Benang merahnya ialah ayunan keras.
Pada akhirnya kaitan smash dan spike itu membuat perbedaan cara mengacu smes di cabang bola voli antara saya dan komentator tidak mengurangi kenikmatan menonton. Tinggallah ada tanya, kalau smash diserap menjadi smes, apakah kelak spike akan diserap juga?

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More